SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang membuka seluas-luasnya bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Serang yang memilih maju jalur pencalonan perseorangan pada Pilkada 2018 mendatang.

Kepala Divisi Teknis KPU Kota Serang Fierly Murdiat Mabruri menyatakan, Kota Serang punya historikal jumlah calon Walikota Serang terbanyak di Provinsi Banten.

“2013 ada lima calon, tiga diantaranya calon perseorangan,” paparnya saat ditemui di Kantor KPU Kota Serang, Jumat (15/9).

Dijelaskan, basis dukungan calon perseorangan melalui KTP elektronik. Batas minimun 38.700 dukungan, teresbar di 4 kecamatan.

“38.700 itu harus diserahkan 25 November 2017. Setelah diserahkan, lalu diverifikasi,” kata dia.

Adapun alur verifikasi calon perseorangan, terang dia, yakni, verifikasi hitung, verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

“Jika sampai verifikasi faktual kami nyatakan memenuhi syarat, maka dia (calon independen-red) boleh nyalon,” tuturnya.

Calon independen mendaftar bersamaan dengan calon yang diusung partai politik, pada 8-10 Januari 2017.

Fierly menerangkan, bila di bawah batas minimum 38.700, penyerahan dukungan pada 25 November 2017, maka KPU Kota Serang langsung menolak calon perseorangan tersebut.

“Calon indepeneden ini agak pelik dari parpol, harus melibatkan masyarakat (KTP elektronik-red). Manajerial kami memang harus ditingkatkan dan diperbaiki,” ucapnya.

Menurutnya, berdasarkan PKPU Nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan, dimana penduduk anatara 250 hingga 500 ribu maka prosentasenya 8,5 persen.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) akhir berkas Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten, Kota Serang sebanyak 455.291 dikali jumlah dukungan 8.5 persen menjadi 38.699,75 dibulatkan ke atas satu angka, sejumlah 38.700 dukungan.

Fierly mengaku belum dapat informasi terkait calon perseorangan. “Ada serapan informasi si itu mau nyalon, si ini mau nyalon, tidak jadi referensi. Tunggu 25 November kalau datang, baru ada,” tukasnya. (Antom Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).

BAGIKAN