SERANG – Untuk mempermudah penyandang disbilitas dalam menggunakan hak pilihnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten menyiapkan aplikasi tools disabilitas.

Komisioner KPU Banten Enan Nadia mengatakan, pihaknya sangat konsen dalam pemenuhan hak khususnya bagi penyandang diasbilitas. Bahkan, ketiak pada pelaksanaan Pilgub Banten pihaknya juga telah bekerjasama dengan oraganisasi dan LSM yakni JPRR dan Agenda.

”Dua oraganisasi itu memfokuskan pada pemenuhan hak-hak penyendang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya,” jelasnya, Minggu (13/8).

Menurutnya, aplikasi tersebut dapat digunakan untuk penyandang tuna netra, tuna rungu, dan tuna grahita. “Ada tiga tools dalam aplikasi tersebut yakni untuk penydanag yang kurang penglihatan (low visibility), dan kurang pendengaran,” ujarnya.

Terkait jumlah penyandang diasbilitas yang potensial dalam pilkada serentak 2018, Enan mengaku, jika saat ini pihaknya telah mendata sebanyak 4.000 penyandang diasbilitas se Banten. Menurutnya, jumlah itu naik dari daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilgub 2017 yakni sebanyak 1.400 orang.

“Saya berharap dengan form baru yang dibuat dapat membantu penyandang disabilitas untuk lebih ikut serta, ikut ambil bagian, baik pemilu maupun pilkada. Kita juga sosialisasikan ke sekolah-sekolah khusus agar guru-guru bisa membantu meraka untuk gunakan aplikasi ini,” katanya.

Lebih lanjut, Enan mengatakan, ke depan aplikasi tersebut akan juga diterapkan di empat KPU kabupaten/kota yang pada 2018 nanti akan melaksanakan pilkada.
Dikatakan Enan, selain membuat aplikasi tersebut, KPU pun membuat aplikasi Sistem Informasi Monitoring Absensi Pegawai KPU (SIMAP), dan ULP KPU Banten. Ketiganya telah dilaunching di Aula KPU Banten, Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (11/8) lalu.

Dikatakan Enan, ketiganya karya tersebut merupakan hasil karya pegawai KPU Banten. Untuk tool diabilitas diketahui merupakan karya Kasubag Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat (Hupmas) Edy Handoko, untuk SIMAP merupakan karya dari Kasubag SDM Muhamad Rukbi, sedangkan untuk ULP merupakan karya Kasubag Umum dan Logistik Hendro Sulistiyo.

“Itu merupakan karya mereka bertiga yang kemarin telah mengikuti diklatpim. Khusus untuk aplikasi tools disabilitas merupakan aplikasi pertama yang baru diaplikasikan di KPU Banten,” kata Enan kepada wartawan.

Terpisah, Kasubag Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat (Hupmas) KPU Banten Edy Handoko mengatakan, aplikasi tersebut tidak berdiri sendiri melainakn masuk dalam websaite milik KPU Banten. menurutnya, hal itu juga memudahkan warga untuk bisa mengakses baik melalui handphone ataupun komputer tanpa harus menginstal.

“Untuk letaknay ada dipojok kakan bawah di dalam website KPU Banten. tools ini untuk mempermudah penyandang tuna netra, seperti low visibility, kita juga melengkapi untuk penderita disleksia,” kata Edy.

Menurutnya, kedepan pihaknya akan melakukan berbagai pengembangan untuk aplikasi tersebut. “Kita ingin ke depan jadi aplikasi tersendiri,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)