LEBAK – Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) menggelar halal bihalal di Gedung Sugri Rangkasbitung, Lebak, Minggu (2/8/2015). Dalam acara tersebut, para alumni meminta kader dan pengurus KUMALA kritis terhadap proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Lebak di bawah pimpinan Bupati Iti Octavia Jayabaya.

“Kami sebagai alumni, selain meminta untuk fokus terhadap kaderisasi. KUMALA harus tetap kritis terhadap kebijakan Bupati Lebak, yang selama ini belum menyentuh semua lapisan masyarakat,” ungkap Erwin Salpa Riansi, alumni Kumala yang saat ini menjadi akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Erwin juga menilai, sikap kritis kader KUMALA menjadi ciri khas yang telah diajarkan oleh para pendahulunya, seperti Uwes Qorni (almarhum) yang juga pendiri Provinsi Banten. “Persoalan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan pelayanan publik, harus menjadi fokus kajian dan gerakan KUMALA saat ini dan yang akan datang,” jelasnya.

Senada dikatakan, Wandi S Assayid alumni lainnya. Menurutnya, kader KUMALA harus memiliki kreatifitas dalam menjalankan gerakannya, sebagai pembeda dengan organisasi mahasiswa lainnya. “Visi KUMALA sebagai organisasi yang mewujudkan kader-kader pembangunan daerah dalam berbagai segmen. Itu lah pembeda KUMALA dengan organisasi lain, di Lebak khususnya,” kata pria yang saat ini menjadi akademisi di STKIP Setia Budi Rangkasbitung.

Sementara itu, Ketua Koordinator KUMALA Lukmanul Hakim, mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para alumni.

“Kritikan yang selama ini sering kami lakukan sering ditanggapi oleh Pemkab Lebak kurang baik. Padahal kami bukan benci atau tidak suka dengan kebijakan yang di keluarkan oleh Pemkab Lebak, tetapi kami peduli terhadap kondisi Lebak hari ini. Buktinya kami juga mengapresiasi ketika kebijakan yang di keluarkan Pemkab Lebak mengedepankan kepentingan masyarakat,” katanya. (Fauzan Dardiri)