SERANG – Keluarga Titin, korban salah tembak oleh anggota Polsek Kembangan, Jakarta Barat, kembali mempertanyakan kelanjutan kasus yang merenggut nyawa ibu tiga anak tersebut. Titin tewas diterjang timah panas petugas yang tengah mengejar begal pada Jum’at (12/3/2015) di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Salah satu perwakilan keluarga korban, Mamad Ali Husein, mengaku kecewa dengan kesan tidak serius pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. “Ini sudah berlarut-larut. Mau sampai kapan? Kami butuh kejelasan,” ungkapnya saat ditemui di Mapolda Banten, Jumat (15/5/2015).

“Sudah dua bulan lebih, kami belum menerima perkembangan penanganan kasusnya,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Banten Kombes Pol Yusfadilah mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim gabungan yang akan menyelidiki kasus salah tembak tersebut.

Bahkan Yusfadilah menyatakan, tidak menutup kemungkinan kasus pidananya sendiri, akan ditangani Polda Banten, mengingat lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polda Banten. (Wahyudin)

BAGIKAN