Lestarikan Budaya Lewat Cerita Rakyat

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) melalui bidang kebudayaan melaksanakan Lomba Cipta dan Penulisan Cerita Rakyat Banten SMA/SMK. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Kabupaten Lebak dan Kota Serang.

Pelaksanaan Lomba Cipta dan Penulisan Cerita Rakyat Banten tingkat Kabupaten Lebak digelar di gedung Bangkit, Rangkasbitung, Senin (15/5). Sementara di Kota Serang dilaksanakan di gedung PKPRI, Selasa-Rabu (16-17/5).

Secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar dan sukses. Tim teater dari SMA Negeri 3 Rangkasbitung berhasil menjadi juara pertama dengan mengalahkan tim teater dari SMA/SMK di Lebak.

Di Kota Serang, juara pertama diraih SMAN 1 Jawilan, kedua SMAN Ciruas dan SMAN Kramatwatu.

Sekretaris Dindikbud Provinsi Banten, Ardius Prihantono menyatakan, kegiatan ini dilakukan untuk melestarikan cerita rakyat Banten yang kini mulai luntur di tengah-tengah masyarakat. “Semoga kegiatan ini memberikan motivasi bagi pengembangan kreativitas siswa-siswi,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lebak, Wawan Ruswandi mengapresiasi, lomba cipta dan penulisan cerita rakyat yang dilaksanakan pada Senin (15/5). Dia berharap, kegiatan tersebut terus dilakukan sehingga generasi muda di Lebak dan Banten mengenal tentang cerita rakyat yang ada di daerahnya masing-masing. “Saya apresiasi kegiatan yang dilakukan bidang budaya Dindikbud Banten,” kata Wawan Ruswandi, kemarin.

Terpisah, Kepala SMAN 3 Rangkasbitung Ucu Lena Murtadewi mengatakan, sekolah yang mengikuti lomba cipta dan penulisan cerita rakyat sudah ditentukan Dindikbud Banten, yakni SMAN 1 Rangkasbitung, SMAN 2 Rangkasbitung, SMAN 3 Rangkasbitung, SMAN 1 Cimarga, SMKN 1 Rangkasbitung, dan SMKN 2 Rangkasbitung. Dari enam sekolah yang berkompetisi, tim teater dari SMAN 3 Rangkasbitung berhasil menjadi yang terbaik. “Prestasi yang ditorehkan anak-anak teater harus dipertahankan. Karenanya, sekolah akan terus melakukan pembinaan secara intensif kepada para siswa,” ujarnya.

Menurutnya, cerita rakyat di Lebak dan Banten harus terus digali. Tujuannya, supaya generasi muda di Lebak dan Banten tahu dan memahami cerita rakyat yang ada di wilayahnya. Dengan demikian, mereka bisa mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut.

“Saya mengapresiasi upaya Dindikbud Banten dalam menggali dan mengenalkan cerita rakyat Banten kepada generasi muda. Para pelajar yang ada di daerah diyakini akan mendapat pelajaran dari cerita rakyat tersebut,” ungkapnya.

Ucu menyatakan, tim teater dari SMAN 3 Rangkasbitung akan mengikuti lomba cipta dan penulisan cerita rakyat di tingkat provinsi. Dengan latihan yang intens, dia yakin tim teater SMAN 3 Rangkasbitung dapat menjadi yang terbaik. “Harapan saya, tim teater SMAN 3 Rangkasbitung terus berprestasi. Jangan puas menjadi jawara di Lebak saja, mereka harus berprestasi di tingkat provinsi dan bahkan nasional,” harapnya. (ADVERTORIAL/DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI BANTEN)