LKBH PGRI Pelajari Kasus Pungli

SERANG – Pengurus LKBH PGRI Provinsi Banten angkat bicara terkait pengurus PGRI yang ditangkap tim Saber Pungli di UPTD Dindikbud Kopo, Kabupaten Serang, Kamis (9/11). Mereka akan melihat perkembangan kasus itu.

Ketua Bidang Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Banten Endang Sujana mengatakan, yang ditangkap Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) adalah Ketua PGRI Kecamatan Kopo, bukan Ketua PGRI Kabupaten Serang Muhtadi. Ia memastikan bahwa Muhtadi tidak terlibat dalam kasus pembangunan gedung PGRI Kecamatan Kopo.

“Sama sekali tidak terlibat. Beliau (Muhtadi-red) sudah menyampaikan klarifikasinya,” katanya kepada Radar Banten, Minggu (12/11).

Kata Endang, kasus tersebut hanya menyeret pengurus PGRI Kecamatan Kopo saja. Namun, ia mengaku, belum mengetahui jelas kasus yang menyeret pengurus PGRI itu. “Besok (hari ini-red), kami akan ke Polres Serang untuk mendalami persoalannya,” ujarnya.

Menurut Endang, pihaknya akan segera melakukan advokasi terkait pengurus PGRI Kecamatan Kopo yang diduga terlibat praktik pungli. Namun, ia akan terlebih dahulu mempelajari kasusnya.

“Kalaupun dia bersalah, kita ikuti saja proses hukum,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengatakan, ada dua oknum yang terlibat dalam kasus tersebut. Yakni, Ketua PGRI Kecamatan Kopo dan Bendahara UPTD Dindikbud Kecamatan Kopo. “Itu informasi yang saya terima,” katanya.

Asep juga mengaku belum mengetahui pasti kasus yang menyeret dua oknum tersebut. “Saya belum bisa memberikan kejelasan yang detail. Besok (hari ini-red) akan saya konfirmasi. Yang pasti, kalau Pak Muhtadi (Ketua PGRI Kabupaten Serang-red) tidak terlibat,” pungkasnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gogo Galesung belum mau berkomentar terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) ini. “Besok (hari ini-red), langsung Kapolres yang ekspose,” singkatnya. (Merwanda-Rozak/RBG)

BAGIKAN