Love Story: Ternyata Cindy Tidak Sebaik yang Disangka

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

CINTA itu memang bisa membutakan, baik dalam hal buruk maupun hal baik. Hal ini sama dengan kehidupan percintaan Abi, bukan nama sebenarnya, seorang pemuda yang tinggal di daerah Banten Lama. Ia merupakan salah satu anak ustaz yang terkemuka di kampungnya.

Abi adalah salah satu pria populer di kampung. Satu waktu ia bertemu dengan seorang wanita cantik. Sebut saja Cindy, dia berasal dari keluarga Tiongkok. Abi tertarik dengan sikap dan wajahnya. Setelah itu Abi selalu pergi untuk melihat wanita itu. Hari demi hari mereka semakin akrab. Karena mereka selalu pergi bersama-sama, tanpa menyadari mereka telah jatuh cinta.

Dari awal Abi menyadari betul bahwa cintanya kepada Cindy tidak akan bisa bersatu. Hal ini dikarenakan mereka mempunyai keyakinan berbeda. Sahabat-sahabat Abi sudah menasihati dan selalu mengingatkan. Namun, dia tetap keras kepala dan tidak mau peduli. Dia mengaku telah cinta mati dengan Cindy.

“Saya tidak pernah secinta ini dengan perempuan, saya yakin saya bisa melewati berbagai rintangan dengan Cindy,” curhat Abi.

Hari terus berjalan, ayah Abi yang melihat kedekatan anaknya dengan Cindy melarang keras. “Ayah saya sampai mengancam tidak akan mengakui saya sebagai anak jika saya masih terus berhubungan dengan Cindy,” kata Abi.

Sebenarnya tidak hanya dari keluarga Abi yang melarang keras hubungan Abi dan Cindy tapi juga dari keluarga Cindy. Dari pertama kali keluarga Cindy tidak suka Abi, tetapi mereka tidak pernah mengatakan karena mereka sangat sayang pada Cindy. Cindy tidak pernah punya teman sejak masih kecil. Situasi itu membuat orangtua Cindy tidak pernah melarang Abi menjadi teman Cindy, tapi untuk menjadi pasangan yang sudah menikah mereka tidak pernah memberikan.

Akhirnya suatu hari Abi kehilangan kesabaran dan akal pikiran karena terus-menerus ditekan oleh ayahnya dan pihak keluarga Cindy agar mereka berhenti berhubungan. Abi pun memutuskan membawa kabur Cindy dari rumah. Mereka menikah tanpa mendapatkan persetujuan dari kedua orangtua mereka.

Orangtua keduanya sangat kecewa akan keputusan yang diambil anak-anak mereka. Ayah Cindy menjadi sangat marah kepada ayah Abi karena ia pikir, ayah Abi tidak bisa mendidik anak dengan baik. Bagaimana pun keadaannya, ayah Cindy selalu berpikir Abi lah yang bersalah karena Abi yang membawa Cindy pergi. Ayah Abi merasa malu dan terpukul sangat. Bagaimana tidak, dia merupakan tokoh agama yang terkenal di kampung itu tapi anaknya berkelakuan seperti itu.

Karena perang dingin terus berlanjut antara keluarga Cindy dan Abi, akhirnya keluarga Cindy memutuskan pindah rumah. Beberapa tahun kemudian, Abi datang kembali ke rumah. Siapa sangka, keadaan Abi begitu mengenaskan. Ia pulang dengan tampilan seperti gembel. Ternyata Cindy tidak sebaik yang Abi kira. Dalam kehidupan rumah tangganya, Abi disiksa dan diperlakukan layaknya pembantu, padahal dia adalah kepala rumah tangga.

“Awal-awal pernikahan setelah kita kabur dan saya mendapat pekerjaan yang lumayan besar gajinya, Cindy sangat baik kepada saya. Dia bagaikan bidadari, kelakuannya sopan, tutur katanya baik, wajahnya indah memesona. Namun, lama-kelamaan dia mulai berani membentak saya. Awalnya saya masih menerima tersebut karena masih dalam batas wajar. Tapi, semakin hari dia semakin berani. Apalagi, setelah dia melahirkan putri pertama kami,” celoteh Abi.

Kehidupan Abi yang awalnya sangat ia puja dan ia banggakan, mulai hancur perlahan-lahan. Pekerjaan dan bisnis Abi yang sedang di atas, hancur begitu saja karena ia ditipu oleh kliennya. Motor dan mobil mereka harus dijual. Rumah mereka yang belum lunas pun menjadi bumerang.

Cindy yang tidak siap dengan keadaan susah pun pergi begitu saja meninggalkan Abi dan anak mereka. Abi sudah sangat kebingungan dan kewalahan karena harus tetap bekerja dan mengurus putrinya. Lama-kelamaan Abi stres karena memikirkan semuanya. Saking tidak tahannya dia pun pulang ke rumah sang ayah.

Ayah Abi sudah memaafkan setelah beberapa bulan kepergian Abi. Saat melihat kepulangan Abi, ia menyambut dengan sedih sekaligus senang. Sedih karena Abi harus pulang dengan keadaan yang begitu menyedihkan dan senang karena Abi telah pulang ke rumah.

Memang jika pernikahan tanpa restu orangtua itu hasilnya tidak akan berjalan dengan lancar dan baik. Ia pun menyesal dan meminta maaf benar-benar kepada kedua orangtuanya terutama ayahnya yang sudah sangat ia kecewakan. (Hellen-Zetizen/Radar Banten)