SERANG – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Serang menuntut Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Wakil Gubernur Banten Rano Karno untuk mundur dari jabatannya. Keduanya dianggap tidak sanggup memimpin Banten yang diduga melakukan suap saat Pilgub Banten 2011.

Mahasiswa menuntut KPK agar mengusut tuntas kasus korupsi di Banten. Selain itu, dalam tuntutannya, mahasiswa juga meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar membuat Perpu pengganti undang-undang yang menyatakan bahwa Provinsi Banten dalam krisis kepemimpinan.

Dalam aksinya, puluhan mahasiswa mennggunakan topeng begambar wajah Ratu Atut Chosiyah, mantan Ketua MK Akil Mochtar, dan Wakil Gubernur Banten Rano Karno. Dengan menggunakan tali rapia, mereka mengikat leher dan tangan para topeng itu.

“Kami meminta Atut dan Rano agar mundur dari jabatannya. Mereka tidak mampu memimpin Banten. Tidak bisa masyarakat bebas dipimpin pemimpin yang dipenjara. Ini krisis kepemimpinan,” ungkap Ketua KAMMI Kota Serang Nasrudin kepada wartawan, Senin (10/3/2014) di Pendopo Gubernur Banten Jalan Brigjen Syamun, Kota Serang.

Mahasiswa memaksa untuk masuk ke Pendopo Gubernur. Namun aparat kepolisian menahan mereka. (WAHYUDIN)

BAGIKAN