Mahasiswa Tolak Perda Pekat Dihapus karena Dramatisasi Razia Warteg

Ilustrasi
Ilustrasi

SERANG – Mahasiswa menolak Perda Kota Serang Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat dihapus karena persoalan warteg yang buka pada siang hari saat Ramadan.

Presidium Nasional BEM/DEMA PTAI se-Indonesia Asep Najmusakib membeber, setiap daerah memiliki local wisdom tersendiri dan tak bisa disama ratakan.

“Maka untuk itu, kami mendukung apa yang telah dilakukan oleh Walikota Serang dalam Perda tersebut. Kami berharap agar legislatif tetap menguatkan Perda itu. Kami khawatir, topik terkait razia “Pedagang Nakal” di bulan Ramadan ini dimainkan oleh para politisi untuk kepentingan sesaat. Bahkan lebih dikhawatirkan Kota Serang menjadi acuan untuk pelemahan-pelemahan aturan keislamanan se-Indonesia,” papar Asep.

Menurut Asep, sebaiknya masyarakat luas dan seluruh stakeholder agar benar-benar bisa melihat sisi positif dari peristiwa ini dan sama-sama bisa mengambil nilai positifnya.

“Bagaimanapun menjalankan perintah dari amanat peraturan pemerintah adalah sebuah hal wajib bagi seluruh masyarakat di dalamnya. Kami mendorong kepada Mendagri, agar tidak memainkan kekuatannya untuk membatalkan Perda-perda yang lahir dari aspirasi masyarakat,” katanya. (Bayu)

BAGIKAN
Just another simply photojournalist