Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Arsid-Modjo

Pilkada Tangsel 2015
Dok: Radar Banten

SERPONG – Hanya tinggal selangkah lagi, Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie dilantik kembali menjadi Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya, dalam persidangan perselisihan Pilkada Tangsel, kemarin hakim Mahkamah Konstitusi (MK),  memutuskan gugatan lawan politik Airin-Benyamin, yakni Arsid-Elvier dan Ikhsan Modjo-Li Claudia- kepada KPU Tangsel tidak dapat diterima.

Dalam amar putusan sidang pleno MK yang dibacakan majelis hakim MK yang diketuai Arief Hidayat tersebut, amar putusan yakni mengabulkan eksepsi termohon (KPU-red) dan eksepsi pihak terkait (Airin-Benyamin-red) mengenai kedudukan hukum (legal standing) pemohon dan permohonan pemohon (penggugat, Paslon satu dan dua) tidak dapat diterima.

Arief Hidayat menyatakan, kedua paslon tersebut tidak memenuhi selisih suara maksimal, sebanyak 0,5 persen. Sebagaimana yang diatur dalam Pasal 158 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 dan Pasal 6 PMK 1-5 Tahun 2015.

Pasangan calon Ikhsan Modjo dan Li Claudia Candra hanya memperoleh suara 42.074, sementara pasangan Arsid-Elvier memperoleh suara 164.732. Jika dibandingkan dengan suara pemenang Pilkada Airin-Benyamin, memperoleh suara 305.322. Sehingga, selisih suara melebihi batas maksimal yang sudah diatur oleh Undang-undang yang berlaku.

Batas maksimal selisih sebesar 0,5 persen dari jumlah penduduk 1,2 juta jiwa. Sedangkan selisih Ikhsan Modjo-Li Claudia Candra sebesar 88.22 persen, dengan Arsid-Elvier sebesar 46.05 persen.

Kuasa hukum KPUD Tangsel, Mustolih Siradj ini menunjukkan ada kepastian hukum. MK konsisten dengan aturan yang dibuatnya. “Jadi, MK menolak permohonan pemohon paslon satu dan dua, sesuai dengan eksepsi pengacara KPU, jadi pokok perkara tidak diperiksa,” ujarnya.

Dilanjutkannya, karena selisih suara terlalu jauh melewati 0,5 persen, sehingga permohonan tidak diterima. “Hasil ini, sudah kami prediksi,” sebutnya.

Sementara, Benyamin Davnie yang dihubungi kemarin, mengatakan dirinya bersyukur atas putusan MK tersebut. “Ini menandakan, kemenangan kami dalam Pilkada sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan,” terangnya melalui pesan singkat.

Sementara, Koordinator Jaringan dan Relawan Airin-Benyamin, Fitron Nur Ikhsan mengatakan putusan MK yang menolak gugatan kedua pasangan calon tersebut, menjadi kemenangan sempurna pasangan Airin-Benyamin. Kenapa demikian? Fitron menambahkan, pengujian pasangan calon Airin-Benyamin tidak hanya di proses Pilkada, tetapi juga dalam proses hukum. “Artinya proses demokrasi di negara kita berjalan dengan baik. Kami mengikuti jalannya proses, meskipun harus dua kali menghadapi pengujian,” ucapnya.

Ditambahkannya, pihaknya tetap terbuka terhadap dua pasangan calon lainnya. Visi dan misi dua pasangan calon untuk memajukan Tangsel sangat bangus. “Kami berharap, ke depan. Bisa bersama-sama membangun Tangsel,” terangnya.

Setelah putusan MK, lanjut Fitron, pihaknya akan melakukan syukuran. Pelaksanaannya setelah sidang pleno KPU. “Mungkin kita akan lakukan pengajian atau lainnya, sebagai rasa syukur dan berterimaksih kepada para pendukung dan para relawan Airin-Benyamin,” terangnya.

Sementara, Ketua KPU, Subhan saat dikonfirmasi terkait putusan MK, ponselnya dalam keadaan tidak aktif. (RB/mg-25/asp)