Jemaah menikmati makanan usai salat Jumat di Masjid Al-Muhajirin, Panancangan Baru, Kota Serang Serang.

SERANG – Masjid Al-Muhajirin di kompleks Pendidikan dan Kebudayaan, Panancangan Baru, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang memberikan makanan gratis kepada jemaah usai salat Jumat.

Kurun enam bulan, kegiatan bagi makanan dan minuman secara gratis ini telah dilakukan oleh warga kompleks.

Bakda salat Jumat, anak-anak antusias mengerumuni meja-meja berisi makanan. Terdiri dari bakwan, risol, brownis, dan masih banyak lagi. Minuman seperti jus jeruk, kopi, dan teh hangat pun tersedia secara cuma-cuma.

Jemaah salat Jumat turut mencicipi aneka makanan itu. Meski, alakadarnya, rupanya ketersediaannya selalu tak tersisa.

Rafiudin, salah seorang jemaah, turut menikmati hidangan yang tersedia di halaman Masjid Al-Muhajirin itu.

Ia membawa tiga anak laki-laki yang masih kecil-kecil. Terlihat di tangan kiri-kanan bocah menggemaskan itu sudah memegang beberapa makanan.

“Ya, namanya anak-anak pasti seneng. Sengaja mendidik anak salat Jumat berjamaah, meski motivasinya ingin ambil makanan,” ujarnya saat ditemui Radar Banten Online, Jumat (15/9).

Rupanya, ide berikan makanan gratis ini tumbuh dihati seorang warga bernama Kemal. Tujuan dia, untuk memberikan makanan kepada para musafir dan orang yang sengaja salat Jumat di masjid dekat Kantor Dindikbud Kabupaten Serang itu.

“Meja-meja saya siapkan, buat warga yang ingin beri sumbangan berupa makanan atau minuman. Alhamdulillah warga kompleks Pendidikan dan Kebudayaan pun merespons dengan baik,” paparnya.

Pria yang mengenakan jubah dan peci serba putih itu membeberkan suka duka menggiatkan bagi-bagi makanan gratis ini. “Seiring berjalannya waktu, dengan niat tulus, saya semakin yakin sedekah ini memberi barokah. Banyak rizki berlipat yang saya dapatkan,” ucapnya.

Duka yang pernah ia alami, yakni suatu hari saat akan salat Jumat, sekira 11:30 WIB, makanan di meja yang ia siapkan belum tersedia. Akhirnya, Kemal pontang-panting menyiapkan makanan supaya tidak kosong. Demi tanggung jawab penuh, walhasil ia bisa sediakan makanan dan minuman seadanya.

“Tiga minggu, awal kegiatan berlangsung, ada orang dari Jakarta, sakit maag, saya kasih buras, terus sembuh. Orang itu berterimakasih, terus memberi makanan di Jumat berikutnya yang enak dan mahal,” tuturnya.

Kemal pada Radar Banten Online ingin kegiatan bagi makanan gratis ini tidak putus. “Alhamdulillah atas inisiatif warga. Kami tidak gunakan uang DKM,” tukasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).

BAGIKAN