Malam Ajaib, Barcelona Bekuk PSG 6-1

0
569
Sergi Roberto menjadi pahlawan dengan golnya pada masa injury time yang memastikan langkah Barcelona ke babak perempat final. (AFP)

BAK kisah 1001 malam, keajaiban hadir di Estadio Camp Nou, markas Barcelona. Diprediksi bakal tercelat akibat kalah 0-4 di kandang Paris Saint-Germain, Barcelona justru mengamuk dan sanggup menang 6-1 pada leg kedua, Kamis (9/3) dini hari WIB.

Kemenangan telak itu membuat Barcelona sekaligus membalikkan sejarah dan prediksi. Sejak awal, Barcelona diragukan bisa membalikkan ketinggalan 0-4 dari PSG. Sejarah pun mencatat, belum pernah ada tim di Liga Champions yang sanggup membalikkan defisit empat gol menjadi kemenangan.

Namun, bukan Barcelona namanya jika sudah menyerah sebelum bertanding. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, El Barca tampil agresif sejak awal. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan anak asuh Luis Enrique untuk bisa mencetak 5 gol.

Publik Camp Nou sudah dibuat bergemuruh saat laga baru berumur tiga menit. Luis Suarez membuka keunggulan Barcelona lewat gol sundulan dari jarak dekat. Motivasi Barcelona kian berlipat ganda dengan gol itu.

Hingga 10 menit pertama, Barcelona sanggup menguasai bola hingga 71 persen. PSG dibuat tak berkutik dan hanya menumpuk pemain di lini pertahanan. Beberapa percobaan serangan balik Les Parisiens pun kerap kandas di barisan belakang El Barca.

Lima menit jelang babak pertama berakhir, asa Barcelona semakin terbuka lebar saat bek kiri PSG, Layvin Kurzawa, mencetak gol bunuh diri akibat salah mengantisipasi bola dari Andres Iniesta. Barcelona sukses menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-0.

Selepas jeda, Barcelona masih mendominasi permainan dengan 65 persen penguasaan bola. Serangan bergelombang masih terus dilancarkan Lionel Messi dan kawan-kawan ke arah gawang PSG yag dikawal Kevin Trapp.

Lima menit sejak peluit babak kedua dibunyikan, Barcelona semakin percaya diri setelah wasit menghadiahkan penalti akibat pelanggaran Thomas Meunier terhadap Neymar. Messi yang dipercaya sebaga algojo sukses menceploskan bola ke dalam gawang Trapp dan membuat Barcelona unggul 3-0. Hanya satu gol lagi Barcelona bisa memaksa skor agregat imbang 4-4.

Sialnya, petaka untuk Barcelona akhirnya hadir pada menit ke-62. Sebuah gol Edinson Cavani dengan tembakan voli kaki kanan dari dalam kotak penalti membuat harapan tuan rumah perlahan menguap. Skor 3-1 membuat Barcelona dalam posisi semakin sulit, butuh tiga gol tambahan untuk bisa lolos.

Meski begitu, mereka tetap tak patah arang. Serangan bergelombang terus dilancarkan Barcelona. Pada menit ke-88, Barcelona sempat menambah satu gol melalui bola eksekusi tendangan bebas Neymar yang mengoyak gawang PSG untuk keempat kalinya. Semangat tuan rumah kembali meningkat.

Hasilnya, pada masa injury time, tekanan Barcelona memaksa Marquinhos diganjar kartu merah akibat melanggar Suarez di area penalti. Barcelona pun mendapat hadiah penalti kedua di laga ini yang sukses dikonversi Neymar menjadi gol.

Tambahan waktu lima menit dari wasit membuat pertandingan mulai menegangkan. Bagaimana tidak, dengan skor 5-1 ini, Barcelona tinggal butuh satu gol lagi untuk memastikan langkah ke perempat final. PSG mulai berada di ujung tanduk.

Sebuah skema bola mati pada akhir masa injury time akhirnya menjadi petaka bagi PSG. Kiper Barcelona, Marc Andre Ter Stegen menjadi sorotan karena ikut maju membantu serangan.

Namun, pahlawan Barcelona justru nama yang tidak diduga. Sergi Roberto menyambar bola tendangan bebas Neymar guna mencetak gol keenam Barcelona. Skor agregat menjadi 6-5. Barcelona lolos ke babak perempat final, sedangkan PSG harus gigit jari dan meratap.

SUSUNAN PEMAIN:

Barcelona (3-4-3): 1-Marc-Andre ter Stegen; 3-Gerard Pique, 14-Javier Mascherano, 23-Samuel Umtiti; 12-Rafinha (20-Sergi Roberto 76′), 5-Sergio Busquets, 4-Ivan Rakitic (21-Andre Gomes 84′), 8-Andres Iniesta (7-Arda Turan 65′); 10-Lionel Messi, 9-Luis Suarez, 11-Neymar.

Pelatih: Luis Enrique

Paris Saint-Germain (4-2-3-1): 1-Kevin Trapp; 12-Thomas Meunier (4-Grzegorz Krychowiak 90′), 5-Marquinhos, 2-Thiago Silva, 20-Layvin Kurzawa; 25-Adrien Rabiot, 6-Marco Verratti, 14-Blaise Matuidi; 7-Lucas Moura (11-Angel Di Maria 55′), 23-Julian Draxler (19-Sergi Aurier 75′); 9-Edinson Cavani.

Pelatih: Unai Emery

(ira/JPG)