Maling Motor, Polwan Gadungan Ditangkap

Kapolres Pandeglang AKBP Ary Satriyan (kiri) didampingi Wakapolres Pandeglang Kompol Nur Rahman (tengah) memeriksa softgun yang digunakan AL (kanan) dalam ekspose kasus penipuan di Maporles Pandeglang, Kamis (10/8). FOTO: ADIB/RADAR BANTEN

PANDEGLANG – Afria Linda (32), warga Kampung Tanjung Wangi, Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, ditangkap anggota Polres Pandeglang di rumahnya, Rabu (9/8). Ia dilaporkan ke polisi karena telah mengambil sepeda motor milik Dori, warga Kampung Cibuah Nangklak, Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, dengan cara menipu pada Sabtu (22/7) lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun, tersangka bertemu dengan korban di tempat pencucian motor di daerah Cibuah. Pelaku mengaku sebagai anggota polwan dari Polres Pandeglang. Untuk meyakinkan korban, tersangka pun menunjukkan senjata api softgun jenis revolver. Merasa korban sudah yakin dengan pengakuannya, tersangka kemudian meminta korban agar mengantarnya ke Mapolres Pandeglang.

Mendengar permintaan itu, korban bersama pelaku pun berangkat menggunakan sepeda motor merek Honda Beat biru bernomor polisi A 4174 MJ.

Namun, tepat berada di depan kantor POS Pandeglang, pelaku meminta berhenti dengan alasan mencari makan terlebih dahulu. Si pemilik motor pun memenuhinya menuju rumah makan. Setelah sampai di salah satu rumah makan, tersangka memberikan uang Rp 30 ribu kepada korban untuk membeli makanan, sementara pelaku tetap di motor. Ia meminjam motor kepada korban dengan alasan untuk menemui rekannya di Polres Pandeglang karena akan ada rapat.

Namun, setelah dua jam menunggu, tersangka tidak datang menjemput. Mengetahui ada yang tidak beres, korban kemudian berjalan kaki menuju kantor Polres Pandeglang untuk memastikan. Di kantor polisi, korban menemui salah seorang anggota Polres Pandeglang dan menanyakan tentang keberadaan tersangka, namun tidak ada yang kenal. Merasa telah ditipu, korban pun secara resmi melaporkan musibah yang dialami.

Kapolres Pandeglang AKBP Ary Satriyan mengatakan, tersangka terbukti telah melakukan tindak kejahatan penipuan dan penggelapan diancam dengan Pasal 378 tentang Penipuan dan atau Pasal 372 tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun.

“Dari keterangan yang bersangkutan, dia pernah ikut membantu mengungkap kasus. Mungkin karena sudah biasa bergaul dengan polisi, makanya dia berani menggunakan atribut polisi. Kalau untuk seragamnya sendiri, dia itu beli dari luar,” katanya saat ekspose di Mapolres Pandeglang, kemarin.

Sementara itu, di hadapan polisi, tersangka Afria membantah dirinya mencuri sepeda motor tersebut. Dia berkilah hanya meminjam dan akan dikembalikan kepada pemilik motor. “Tadinya mau dikembalikan lagi, tapi keburu ketangkep. Aku dari dulu memang gabung dengan polisi. Aku kadang kerja di batu bara, kadang jadi cepu lidik narkoba untuk orang Polda,” katanya. (Adib F/RBG)