SERANG – Wajah Alun-alun Serang, baik Alun-alun Barat maupun Alun-alun Timur Serang di akhir pekan selalu jadi tujuan ribuan masyarakat Serang dan sekitarnya.

Mulai dari aktivitas berolah raga hingga jual beli menjadi pemandangan rutin yang bisa disaksikan di kedua tempat jantung Kota Serang ini. Sayangnya kedua tempat ini belum secara maksimal dimanfaatkan kalangan mahasiswa dan pelajar untuk berdiskusi. Tempat ini hanya baru sebatas menjadi lokasi acara seremonial pemerintahan, pergelaran seni, dan kongkow komunitas motor dan mobil.

Padahal, jika melihat kota-kota besar seperti Jogjakarta, Alun-alun menjadi tempat ngobrol santai dan berdiskusi yang nyaman. “Tidak jarang di tempat semacam ini lahir gagasan yang bagus tentang banyak hal. Tapi kita bisa lihat kondisi alun-alun kita kurang nyaman untuk hal-hal seperti itu karena terlalu bising dan sesak oleh pedagang,” ujar pemerhati kota Muhamad Al-Faris, Minggu (24/5/2015).

Khususnya di area alun-alun barat dan area antara tugu pahlawan, Alun-alun Barat dan Alun-alun Timur dikuasi oleh para pedagang, dari yang berjualan aneka makanan, pakaian, dan barang-barang lainnya.

Seorang penjual bubur ayam dengan santai menjelaskan bahwa suasana seperti itu terjadi setiap ahir pekan. “Cuma Sabtu dan Minggu, pasti penuh seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Nulyandi, remaja yang tengah berolahraga di Alun-alun Timur mengungkapkan, suasana tersebut dianggapnya cukup semraut dan mengganggu. Pasalnya, masyarakat yang berolahraga di Alun-alun Timur yang bisa digunakan olahraga, sedangkan Alun-alun Barat dan area lain habis dikuasai oleh pedagang dan parkir kendaraan.

“Udah gitu sebagian titik di sini (Alun-alun Timur) juga ada yang dipake berjualan, seperti diarea joging track ini,” ujarnya berkomentar.

Menurut Nulyandi, adanya pedagang boleh saja, yang penting ditata, dan tidak terlalu memakan banyak tempat fasilitas umum, baik untuk berolahraga, maupun bersantai. “Yang datang ke alun-alun saya rasa umumnya untuk olahraga, jadi hal itu perlu diperhatikan,”pungkasnya.

(Bayu)