PANDEGLANG – Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (MA) Sadeli Karim menegaskan, MA siap mengoreksi kepemimpinan Presiden Joko Widodo, bila menyimpang dan menyeleweng dari konstitusi dan nilai-nilai agama. Hal ini diungkapkan Sadeli saat memberikan sambutan dalam acara peringatan 100 Tahun Mathla’ul Anwar (MA) dan Muktamar XIX di Alun-alun Pandeglang, Sabtu (8/8/2015).

“Jika pemerintah baik dan benar maka MA akan berada di barisan paling depan bersama pemerintah dalam bingkai NKRI, tetapi jika pemerintah menyimpang dan menyeleweng dari konstitusi dan nilai-nilai agama maka MA tidak sungkan-sungkan untuk mengoreksi,” ungkap Sadeli.

Sadeli menjelaskan, bahwa hari ini MA memasuki usia 100 tahun. Dalam usianya saat ini, MA terus bekerja, bekerja keras untuk membuktikan, bahwa hadirnya MA adalah tempat terbitnya cahaya, yang sesuai dengan arti namanya. “Yang dimaksud dengan cahaya adalah manusia-manusia cerdas akan ilmu sehingga menerangi masyarakat,” katanya.

Bagi MA, kata Sadeli, 100 Tahun MA merupakan momentum memperbaharui hidup, bukan saja bagi pribadi, melainkan berkehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, yang fokus pada pelayanan bidang pendidikan, dakwah dan sosial.

“MA adalah ormas Islam yang didirikan oleh beberapa tokoh masyarakat alim ulama di Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang 10 Ramadhan 1334 H, bertepatan 1 Juli 1916 Masehi yang saat ini memiliki sekitar 2000 satuan pendidikan, 72 perguruan tinggi di Indonesia, yang tersebar di 30 Provinsi,” paparnya.

Lebih lanjut, Sadeli menjelaskan, bahwa pada acara ini pihaknya memberikan tema ‘100 Tahun MA, Mencerdaskan Indonesia’, tentunya mendambakan menjadi masyarakat cerdas dan mampu berdaya saing sesuai dengan keinginan para pendiri bangsa ini.

“Untuk itu MA mengajak seluruh pihak, untuk bahu membahu membangun bangsa Indonesia. MA yakin dengan meningkatkan kecerdasan, maka segala yang dihadapi akan diselesaikan dengan arif dan bijaksana,” jelasnya. (Fauzan Dardiri)

BAGIKAN