MERAK – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pengurus Kecamatan (PK) Pulomerak menyepakati akan melakukan pertemuan lanjutan dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Utama Merak dengan melibatkan Pemerintah Kota Cilegon, Rabu (22/4/2015). Kesepakatan itu tertuang dalam mediasi antar perwakilan KNPI dengan manajemen PT ASDP di ruang VIP Room PT ASDP, menyusul adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan KNPI kepada PT ASDP terkait penyerapan tenaga kerja lokal, Senin (20/4/2015).

“Tuntutan kami sederhana, tenaga kerja lokal dipekerjakan, seperti pada lima tahun lalu, selesai. Minimal, kalau ada kesempatan kerja, kami diberitahu,” ujar Ketua KNPI PK Pulomerak Ade Salahudin kepada awak media.

Pihaknya menuding, manajemen PT ASDP saat ini terkesan lepas tangan terhadap vendor dalam penyerapan tenaga kerja. “PT ASDP sekarang menganut pola lama, pola sebelum tahun 2010. Dan kami tidak pernah diajak bicara,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Merak Yanus Lentanga mengatakan, kendati pihaknya menyerahkan sepenuhnya rekruitmen tenaga kerja itu kepada vendor, namun ia memastikan bahwa tenaga kerja outsourcing di kawasan Pelabuhan Merak saat ini 100 persen adalah tenaga kerja pribumi. “Permintaan (KNPI-red) itu sebetulnya sudah terakomodir. Masalah tenaga kerja, silahkan vendor yang berhubungan langsung, jangan kami lagi. Kalau tenaga kerja lokal outsourcing di sini, itu 100 persen. Tidak ada tenaga pendatang lagi,” kata Yanus. (Devi Krisna)

BAGIKAN