CILEGON – Malang nian nasib Ahmad Rosidin (28), warga
lingkungan Cibeber Timur, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.
Diduga karena menjalankan kewajibannya menunaikan ibadah salat jumat, ia kehilangan
pekerjaannya sebagai sopir di PT Pajar Perkasa Banten (PPB), perusahaan jasa
transportasi yang merupakan unit dari PT Krakatau Posco Maintenance Service
(KPMS), vendor PT Krakatau Posco (KP).

Kejadian berawal pada Jumat (21/3/2014) lalu, ketika dirinya
bersikeras untuk melakukan ibadah salat jumat kendati dilarang oleh Kim Young
Ha, ekspatriat di PT KPMS yang biasa ia sopiri. Kim melarang dirinya
menjalankan ibadah itu dengan dalih sopir harus selalu siaga. “Saya tidak
mau, karena dua minggu sebelumnya saya sudah tidak salat, karena dilarang dia
juga. Karena saya memaksa, ternyata malah saya dipecat oleh PPB,” ujar
Rosidin kepada sejumlah awak media, Selasa (25/3/2014).

Rosidin menduga, pemecatan dirinya karena adanya rekomendasi
dari Kim Young Ha kepada atasannya. “Kata direktur saya, saya dipecat
karena orang Korea itu sudah gak mau pakai saya lagi,” paparnya.

Atung Suwardi, Direktur PPB yang dikonfirmasi melalui telpon
genggamnya tidak menjawab panggilan telpon wartawan. (Devi Krisna)