Cara Unik Orang Tua Siswa ‘Booking’ Bangku di Kelas

Salah satu perwakilan anak didik memaku tas di atas meja di SDN 1 Dompyong Wetan, Kabupaten Cirebon, Minggu malam (16/7). Meja itu menjadi pilihan peserta didik baru. (Abdul Hamid/Radar Cirebon/JawaPos.com)

SETIAP orang tua menginginkan anaknya bisa belajar dengan baik untuk mengikuti setiap mata pelajaran. Agar konsentrasi itu dapat dicapai dengan baik, orang tua berusaha anaknya duduk di posisi yang pas.

Agar posisi duduk itu tidak disambar orang lain, wali murid berusaha untuk “membooking” bangku sekolah sehari sebelum hari pertama belajar pascalibur. Tidak hanya itu, ada juga orang tua yang telah memesan kursi sebulan sebelum hari pertama kegiatan belajar-mengajar (KBM).

Hal itu seperti yang terjadi di SDN 1 Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Mereka berusaha agar anaknya mendapatkan tempat duduk yang strategis saat tahun pelajaran baru dimulai hari ini.

“Kalau pertama masuk sekolah itu serbabaru. Buku baru, seragam baru, sepatu baru, dan yang jelas tempat duduk juga baru,” jelas Inayah, orang tua Fawaz Isfahan Musyafa, kemarin.

Fawaz yang kini duduk di kelas V memilih tempat duduk yang berbeda dengan saat di kelas IV. Inayah berharap prestasi putra pertamanya itu bisa lebih baik di tempat duduk baru. “Alhamdulillah kemarin rangking I. Semoga di tempat duduk baru bisa mempertahankan ranking-nya,” katanya.

Pihak sekolah sendiri sudah terbiasa dengan sikap orang tua siswa yang memilih sendiri tempat duduk anak-anaknya. Salah satu guru SDN 1 Dompyong Wetan Arief Bahtiar menyatakan, tempat duduk dari kelas I hingga VI dua pekan lalu sudah di-booking orang tua siswa.

Para orang tua siswa, lanjut dia, membawa putra-putrinya ke sekolah sambil membawa tas untuk memilih tempat duduk sendiri. Setelah anak menentukan sendiri tempat duduknya, tas yang dibawa ditaruh di meja. Agar tempat duduk tersebut tidak disambar siswa lain, orang tua yang datang memaku tas di meja yang dipilih.

Bukan hanya itu, ada juga orang tua yang menuliskan nama anaknya pada kertas. Lalu, kertas tersebut ditempelkan di meja yang dipilih. “Banyak orang tua yang datang untuk booking tempat duduk. Bahkan, ada yang sebulan lalu sudah pesan tempat duduk,” katanya.

Berdasar pantauan hingga tadi malam, masih ada orang tua yang datang di sekolah sambil membawa anaknya untuk mencari tempat duduk. Seperti yang dilakukan Jaja, orang tua Dara yang duduk di kelas III.

“Teman-teman Dara melakukan hal yang sama, memilih tempat duduk di sekolah. Jadi, anak saya ini ikut-ikutan. Ya, mau nggak mau harus diturutin. Kalau nggak ya nangis,” ungkapnya.

Selain SDN 1 Dompyong Wetan, beberapa sekolah menemui hal serupa. Hal itu dilakukan karena para orang tua berharap anak-anaknya rajin belajar di tempat pilihan sendiri.

Hari ini memang menjadi hari pertama anak didik kembali ke sekolah. Bukan hanya anak yang antusias menyambut hari pertama masuk sekolah, sederet orang tua juga mengaku memiliki persiapan khusus untuk mendukung sang anak.

Salah satunya adalah yang dilakukan Itta, 30, warga Mundu, Kabupaten Cirebon. Sebelumnya, anak pertamanya memasuki pendidikan PAUD. Pada tahun ini, sang anak masuk ke jenjang TK. Pada awal tahun pelajaran baru ini, dia berusaha memberikan gambaran bahwa TK tidak jauh berbeda dengan PAUD.

Dia berupaya memberikan cerita positif agar sang anak merasa enjoy. Dia juga berusaha memberikan pemahaman bahwa di TK nanti sang anak tetap bisa bermain dan bertemu dengan teman-teman. Pada hari pertama masuk sekolah, dia memantau sang anak. “Kalau hari pertama biasanya nemenin karena pasti dia merasa asing. Tapi, sekadar memantau karena kebetulan anak saya lumayan berani,” ucapnya. (mid/apr/c23/ami/JPG)