Mengharukan, Pasangan Ini Tegar meski Tinggal di Bekas Kandang Sapi

CINTA ABADI: Albidin dan Sara tinggal di bekas kandang sapi di Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, Bangkalan (VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JPR)

ADA uang abang aku sayang. Tidak ada uang abang aku tendang. Kata-kata populer itu tidak berlaku bagi pasangan suami istri Albidin dan Sara. Sepasang kekasih yang sudah sama-sama keriput itu hidup dalam kesetiaan meski tinggal di bekas kandang sapi.

Albidin dan Sara tercatat sebagai warga Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, Bangkalan, Madura. Mereka tinggal di sebuah pekarangan empat persegi panjang. Tanah pekarangan itu memanjang dari timur ke barat.

Di bagian barat pekarangan itu ada langgar. Di utara ada rumah milik Marisa yang tak lain saudara kandung Sara. Di selatan ada bekas kandang sapi. Di timur bekas kandang sapi terdapat tempat mandi.

Nah, di timur tempat mandi itulah rumah Albidin dan Sara berada. Namun, rumah tersebut roboh pada Senin (12/6). Rumah Albidin dan Sara roboh karena terbuat dari kayu dan bambu yang sudah lapuk.

Saat rumahnya roboh, Sara berada di luar. Sedangkan Albidin berada di dalam rumah reyot tersebut. Tubuh Albidin tertimpa reruntuhan rumah yang terbuat dari kayu dan bambu itu. Beruntung, dia selamat berkat bantuan tetangga.

Di rumah yang sudah roboh tersebut ada lincak atau tempat tidur yang terbuat dari bambu, tungku dari tanah, dan beberapa perabotan dapur. Rumah berukuran sekitar 4 x 6 meter itu memang sekaligus menjadi dapur.

Semenjak rumahnya roboh, Albidin dan Sara tinggal di bekas kandang sapi berukuran sekitar 5 x 2 meter di depan rumah Marisa. Kondisi bekas kandang sapi memprihatinkan karena terbuat dari bambu dan kayu.

Di dalamnya terdapat tempat rumput untuk memberikan pakan sapi. Bau pesing kotoron sapi masih tercium di dalam bangunan itu.

Dindingnya yang terbuat dari bambu banyak berlubang. Jadi, meski berada di dalam, embusan angin terasa menusuk tulang. Terutama pada malam hari.

Di bekas kandang sapi itu ada dua ekor ayam yang sehari-hari menemani Albidin dan Sara. ”Seperti ini garis tangan saya. Tapi, tetap wajib bersyukur menjalani hidup,” ucap Albidin berbahasa Madura, Minggu (18/6), dilansir JawaPos.com.

Air matanya menetes. Tangan Sara mencoba mengusap air mata yang hinggap di pipi suami terkasihnya itu.

Albidin sudah tiga tahun tidak bisa bekerja. Tubuhnya renta dan sering sakit-sakitan. Saat masih sehat, dia dan Sara bekerja sebagai buruh tani. Dia juga terampil membuat anyaman gedek dari bambu.

Karena tidak bekerja, mereka tak lagi punya penghasilan. Untuk makan, mereka menunggu belas kasih tetangga. Perut Albidin dan Sara baru terisi jika ada uluran rezeki dari tetangga.

”Kalau tidak ada tetangga yang memberi, ya tidak makan. Kadang ada yang memberi beras dan tempe. Ada juga yang kadang memberi uang,” timpal Sara, juga dengan berbahasa Madura. Sara pernah dua hari tidak makan karena tidak ada tetangga yang memberi.

Sejauh ini, mereka tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Baik berupa perbaikan rumah maupun jaminan kesehatan. Mereka hanya mendapat jatah raskin dari kepala desa. Itu pun jarang-jarang. Albidin dan Sara tidak pernah memiliki anak sehingga hanya hidup berdua sampai tua.

Syaif, 31, tetangga Albidin dan Sara, menyayangkan pemerintah yang terkesan tidak peduli kepada warga miskin. Menurut dia, pasangan suami istri seperti Albidin dan Sara mestinya mendapat bantuan.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Taufan Zairinsyah menyarankan Albidin dan Sara tinggal di panti jompo. Sebab, pihaknya tidak memiliki program bantuan perbaikan rumah.

”Jika mau, mereka bisa dikirim ke panti jompo milik dinsos provinsi. Dijamin kesehariannya dengan syarat bisa merawat diri sendiri,” ucap dia.

Wakil Bupati Bangkalan Mondir A. Rofii mengaku tidak mengetahui ada warganya yang tinggal di bekas kandang sapi. Dia tidak pernah menerima laporan dari kepala desa maupun pihak pemerintah Kecamatan Modung.

Mondir berjanji akan mengerahkan dinas yang bertanggung jawab menangani masalah warga miskin. ”Akan kami datangi pasangan kakek-nenek itu untuk diberi bantuan,” ucapnya. (bam/hud/luq/JPG)