Anggota LAC menikmati pemandangan di Curug Cibatu Ngeunah di Kampung Cinangka, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Sabtu (18/3). Foto: Mastur/Radar Banten

Curug Cibatu Ngeunah menjadi destinasi wisata alam baru di wilayah Lebak. Lokasinya yang jauh dari pusat kota dan sulit dijangkau membuat air terjun ini belum dikenal masyarakat. Padahal, air terjun yang berada di tengah hutan itu cukup indah dengan suasana alam sejuk dan air yang segar.

Lokasi Curug Cibatu Ngeunah terletak di lintasan Sungai Cibatu di Kampung Cinangka, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten. Pengunjung akan disuguhi keindahan alam Curug Cibatu Ngeunah dengan hutan yang masih rindang dan huma milik masyarakat adat Baduy.

Ditemani enam orang anggota Lebak Adventure Club (LAC), Radar Banten harus menempuh perjalanan kurang lebih dua jam dari Rangkasbitung.

Dari Alun-alun Rangkasbitung, rute yang ditempuh yakni melintasi Jalan Raya Leuwidamar dan selanjutnya masuk ke Jalan Leuwidamar-Bojongmanik. Di simpang jalan raya di Desa Karangnunggal, perjalanan dilanjutkan ke Desa Cibarani.

Bagi pengunjung, jika membawa kendaraan tidak bisa sampai ke lokasi air terjun, karenanya harus disimpan di SMP Cibarani.

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama satu jam menyusuri rindangnya perkebunan dan hutan di kaki Gunung Halimun. Tidak hanya pohon yang rindang, huma (area pertanian warga Baduy) terhampar luas di beberapa lokasi yang dilintasi. Pengunjung pun bisa menikmati suara burung dari atas pohon.

Perjuangan yang melelahkan terbayar dengan keindahan alam dan air terjun yang memesona. Bahkan, gemericik air memberikan suasana yang sejuk dan nyaman. Karenanya, rombongan LAC langsung mengabadikan keindahan alam di Bumi Multatuli (sebutan lain Kabupaten Lebak) dan mengunggah di media sosial Facebook. Batu alam yang berada di lokasi air terjun menjadi pijakan para pengunjung di lokasi. Bahkan, mereka pun bisa istirahat dengan nyaman dan menyantap makan siang sambil menikmati gemericik air yang mengalir di Sungai Cibatu.

“Curug ini berada di tengah hutan. Airnya jernih dan dingin, karena berasal dari sumber mata air di kaki Gunung Halimun,” kata anggota LAC, Dian Wahyudi, Sabtu (18/3) lalu.

Air terjun Cibatu Ngeunah, merupakan satu dari ratusan air terjun yang ada di wilayah Kabupaten Lebak. Namun, air terjun yang tersebar di Lebak tersebut belum banyak diketahui masyarakat lokal dan nasional, karena letaknya di tengah hutan dan jauh dari jalan raya. Padahal, pesona air terjun yang ada di Lebak tidak kalah indah dibandingkan air terjun di daerah lain di Indonesia.

“Ke depan, kita minta Pemkab Lebak gencar promosikan destinasi wisata alam di daerah. Tujuannya, supaya potensi wisata tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Dian, pengunjung wisata Curug Cibatu Ngeunah masih minim. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian dari pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan infrastruktur menuju lokasi air terjun. Tidak hanya itu, Pemkab Lebak juga wajib melakukan pembenahan di lokasi air terjun, misalnya dengan menata dan menambah fasilitas.

“Persoalan mendasar yang membuat potensi wisata di Lebak masih terbengkalai, karena dua persoalan. Pertama, belum tersosialisasikan dengan baik dan kedua masalah infrastruktur menuju lokasi wisata yang masih terbatas,” tegasnya.

Lebak Adventure Club, kata Dian, punya komitmen untuk menyosialisasikan tempat wisata alam yang adi di wilayah Lebak. Tidak hanya promosi tentang keberadaan air terjun, LAC juga melakukan sosialisasi tempat wisata alam lainnya di daerah, di antaranya wisata pantai, hutan, dan air panas alam di Kecamatan Cipanas. “Potensi wisata alam harus dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Lebak,” tandasnya.

Haryadi, warga Cibarani, menyatakan, kunjungan wisatawan ke Curug Cibatu Ngeunah masih rendah. Tidak setiap bulan, ada pengunjung yang datang ke lokasi wisata tersebut. Dia yakin, masyarakat banyak yang belum tahu tentang air terjun Cibatu Ngeunah. Apalagi, letaknya berada di tengah hutan dan jalan menuju lokasi membutuhkan perjuangan, yakni melalui jalan setapak. “Tapi, beberapa waktu lalu, ada rombongan yang datang ke sini untuk menikmati air terjun dan pemandangan alam di kaki Gunung Halimun,” terangnya. (Mastur/Radar Banten)