PANDEGLANG – Menteri Pariwisata Arif Yahya menilai jalan tol Serang-Panimbang miliki peranan penting dalam kemajuan pariwisata di Kabupaten Pandeglang khususnya Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.

Arif menjelaskan, meski memiliki potensi wisata yang sangat besar, tanpa akses yang baik, potensi tersebut akan sia-sia. Wisatan enggan untuk datang berlibur di Kabupaten Pandeglang.

“Pandeglang tidak akan dikunjungi wisatawan jika aksesnya tidak bisa ditempuh selama dua jam. Benar kata Kepala. Kadis Pariwisata, target marketnya orang Jakarta. Tapi orang Jakarta tidak mau ke Tanjung Lesung, Carita, kalau lebih dari dua jam untuk menjangkaunya,” ujar Arif, Jumat (22/9).

Karena itu, menurut Arif, keberadaan tol Serang-Panimbang sangat penting. Dengan tol tersebut, wisatawan akan lebih gampang menuju lokasi wisata yang ada di Pandeglang.

“Setelah tol jadi, bukan hanya pariwisata yang maju, tapi juga pertanian,” kata Arif.
Dijelaskan Arif, sebelum pembukan Festuval Pesona Tanjung Lesung dilakukan penandatangan MoU. Empat MoU tersebut meliputi pengadaan lahan untuk homestay dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung oleh PT Banten West Java, pembangunan rumah makan Pangkep khas Makassar oleh PT Aneka TigaTiga Makmur, dan pembangunan fasilitas Spa oleh PT Safitri Sumitro Corpora.

“Dengan begini pengembangan Tanjung Lesung akan semakin cepat. Semuanya bersatu pemerintah dan swasta bersama-sama membangun Tanjung Lesung,” ujarnya.

Menpar Arif juga menyatakan apresiasinya atas penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, event semacam ini memang yang dibutuhkan Tanjung Lesung di saat proses pembangunannya masih terus berjalan.

“Penyelenggaraan festival seperti ini sebagai sarana yang efektif untuk mempromosikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas,” katanya.(Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)