IMG-20150818-11960.jpgCILEGON – Wajah Taman Kota Cilegon yang terletak di lingkungan Pegantungan Baru, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon kini diramaikan dengan pedagang burung hias dan kicau. Pedagang yang sebelumnya berjualan di sepanjang pinggir jalan di sekitar taman eks pasar baru Cilegon itu kini sudah berjualan di dalam kawasan taman.
 
Bahkan, pedagang memajang burung burung jualannya itu di tembok tembok sisa bangunan masjid yang tak terpakai lagi di lokasi tersebut. “Kalau jualan burung memang sudah lama, tapi di sini (eks bangunan masjid) baru baru ini. Soalnya kalau jualan di jalan, kasihan sama pengguna jalannya,” ujar Slamet, salah seorang pedagang kepada radarbanten.com, Selasa (18/8/2015).
 
Kendati sepi pembeli, menurutnya aktivitasnya berdagang di lokasi itu dipandang lebih baik meskipun hal itu merusak wajah taman kota tersebut. “Umumnya burung yang saya jual ini adalah burung titipan yang kita peroleh dari agen,” katanya.
burung.jpg
Slamet umumnya berjualan burung kicau dan hias seperti pleci, love bird, jalak, tekukur, kepodang dan lain sebagainya. Tak hanya Slamet, di lokasi yang sama juga dimarakkan dengan pedagang jenis burung lainnya. Seperti burung dara yang selama ini dipelihara oleh penghobis sebagai burung lomba balap kecepatan.
 
Sementara itu Arif, salah seorang pengunjung taman kota saat ditemui menuturkan, adanya aktivitas di lokasi itu lantaran Pemkot Cilegon dianggap kurang mengakomodir terhadap eksistensi pedagang dan penghobis burung tersebut. “Selama ini di mana? Kalau di daerah lain saja ada istilahnya pasar burung dan unggas. Kalau di Cilegon, selama ini saja kita kalau ikut lomba saja bukan di areal khusus yang disediakan Pemerintah,” keluh penghobis burung ini. (Devi Krisna)