SERANG – Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disdagperinkop) Kota Serang Akhmad Benbela mengatakan, tidak ada kelonggaran bagi minuman beralkohol beredar di Kota Serang. Hal tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Serang Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat.

“Jika mengacu pada perda, berapapun kadar alkoholnya itu tidak diperbolehkan. Jadi bagi minuman apapun yang mengandung alkohol itu tidak diperbolehkan,” kata Benbela kepada wartawan, melalui telpon seluler, Minggu (26/4/2015) sore.

Dikatakan, nanti seluruh SKPD terkait akan dikumpulkan bersama dengan asisten daerah, untuk menentukan jadwal razianya. “Ya kita liat Senin (27/4/2015) besok,” sambungnya.

Benbela mengatakan, di Kota Serang ini banyak peredaran minuman beralkohol melalui warung jamu. “Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini kami bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, akan menggelar razia pekat untuk menekan peredaran minuman beralkohol ini,” katanya.

Benbela menjelaskan, kendati ada surat edaran dari Kementrian Perdagangan (Kemendag), yang melarang adanya peredaran minuman beralkohol di ritel dan masih memberi toleransi untuk minuman yang mengandung alkohol di bawah 0,2 persen. “Kami tetap akan mengacu pada Perda Pekat, tidak akan ada toleransi. Jadi setiap mimuman yang mengandung alkohol dilarang diperjualbelikan,” jelasnya. (Fauzan Dardiri)