Miris, Ini Daftar Kasus Pelecehan Seksual Oleh Oknum Polisi

Ketua Presidium IPW Neta S Pane. Foto: dok jpnn
Ketua Presidium IPW Neta S Pane. Foto: dok jpnn

JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) prihatin melihat semakin maraknya aksi pelecehan seksual yang dilakukan oknum polisi terhadap anggota masyarakat. Teranyar, kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan anggota Polsek Tampan, Pekanbaru, Brigadir Mar bersama empat temannya 16 Juni 2016.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, kasus ini tidak hanya membuat trauma di masyarakat. Tapi, juga sebuah perbuatan biadab yang sangat memalukan institusi Polri.

“Polri didesak mempercepat proses kasus ini,” kata Neta, Sabtu (18/6), seperti dilansir jpnn.com.

Berdasarkan data IPW ada sejumlah kasus pemerkosaan yang melibatkan oknum anggota Polri sebagai pelaku. (boy/jpnn)

Berikut datanya:

* 16 Juni 2016

Anggota Polsek Tampan, Pekanbaru, Riau, Brigadir Mar bersama empat temannya menculik dan memperkosa seorang gadis. Aksi perkosaan ini dilakukan pelaku masih dengan menggunakan pakaian dinas. Alasannya, karena cintanya ditolak korban.

* 7 Juni 2016

DDS (16) siswi SMK swasta Malang, Jawa Timur, menjadi korban pelecehan seksual Brigadir EN anggota Polantas Polres Batu di pos alun-alun.

*20 Februari 2016

Brigadir DS dan Brigadir DP melakukan pelecehan seksual terhadap siswi SMK di Polsek Kreung Raya, Banda Aceh.

* 2 November 2015

Brigadir DAS alias Ded bersama tiga temannya memerkosa seorang perempuan berusia 21 tahun di Taman Sari, Jakarta Barat. Brigadir Ded merekayasa kasus dan melakukan kriminalisasi serta menfitnah bahwa korban adalah bandar narkoba. Kemudian memerkosa dan merampok harta benda korban.

* 23 Februari 2013.

FH (24) yang ditahan karena kasus narkoba di Polres Poso, Sulawesi Tengah, dua kali menjadi korban perkosaan Bripka AH, yakni pada 23 Februari dan 24 Februari 2013.

* 8 Juni 2012

Ny S (45) yang diciduk bersama suaminya dilecehkan Aiptu D di Polsekta Banjaransari Solo, Jawa Tengah.

* Maret 2012

Seorang wanita R (40) yang ditahan di Polsekta Biringkanaya, Toraja, Sulawesi Selatan, menjadi korban pelecehan seksual Aiptu MS.