Mortir Aktif Ditemukan di Waringinkurung dan Puloampel

Petugas mengamankan mortir aktif yang ditemukan di depan pintu masuk Pelindo II. FOTO: DOKUMEN POLSEK PULOAMPEL

SERANG – Warga Kampung Cibeka, Desa Waringinkurung, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, digegerkan penemuan besi berkarat yang diduga mortir peninggalan Perang Dunia 2. Mortir yang diduga masih aktif itu diamankan ke Mako Satbrimobda Polda Banten, Minggu (16/7).

Besi dengan panjang sekira 60 sentimeter dan diameter 15 sentimeter itu pertama kali ditemukan oleh Jahidi, Rabu (12/7). Jahidi tak sadar benda yang ditemukan di sebuah tanah kosong tak jauh dari rumahnya adalah sebuah mortir. “Tadinya mau dikilo. Terus saya taruh dulu di kandang sapi belakang rumah. Saya ngeri takut apa-apa gitu,” kata Jahidi kepada wartawan, Minggu (16/7).

Namun, Jahidi mengurungkan niatnya menjual mortir tersebut. Dia melaporkan temuan itu kepada aparat desa. Informasi temuan mortir yang diperkirakan peninggalan zaman Jepang itu langsung direspons polisi. “Kita dapat laporan dari warga. Kita tindaklanjuti dengan melaporkan ke Jibom (Penjinak Bom) Polda Banten dan langsung dievakuasi dibawa ke Mako Brimob Polda Banten,” kata Kapolsek Waringinkurung Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mulyadi.

Anggota tim Jibom Gegana Brimobda Polda Banten Brigadir Inayatullah meyakini mortir itu masih aktif dan memiliki kaliber besar. “Kami dikabari polsek, kemudian kami ke sini. Ada satu buah yang ditemukan,” katanya.

Dia mengimbau agar warga segera melaporkan kepada petugas terdekat, bila menemukan benda-benda yang mencurigakan. Hal itu untuk menghindari kejadian yang dapat merugikan masyarakat. “Laporan bisa ke polsek, polres, atau Polda Banten,” imbaunya.

Satu mortir lain ditemukan oleh petugas Mapolsek Puloampel di samping pintu masuk gerbang utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II di Desa Puloampel, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang. Kapolsek Puloampel Iptu Haerul Maulana mengatakan, penemuan hulu ledak mortir itu bermula dari laporan masyarakat ke Mapolsek Puloampel. Kata dia, sebenarnya penemuan hulu ledak itu sudah dari sekira dua bulan yang lalu di lokasi pemotongan besi milik Fadli, tetapi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan mortir itu dipindahkan oleh Zet Tamar dan sekuriti bernama Jaenal. “Warga melapor menemukannya di semak-semak, setelah mendapat laporan itu kami langsung mengamankan TKP (tempat kejadian perkara) dengan memasang police line (garis polisi-red),” katanya kepada Radar Banten, Minggu (16/7).

Setelah memasang police line, Haerul langsung melaporkan penemuan hulu ledak mortir itu ke Satbrimobda Polda Banten. “Setelah melapor, tim Jibom Gegana Brimob Polda Banten langsung ke lokasi untuk mengamankan mortir itu,” ungkapnya.

Haerul mengungkapkan, penemuan hulu ledak mortir yang ditemukan di Bojonegara kemarin merupakan penemuan ketiga. Sebelum penemuan ini Herul mengaku sempat ditemukan di lapak tambal ban dan ada juga yang ditemukan sedang dimainkan oleh anak-anak. “Kalau yang di lapak tambal ban saat itu malah meledak karena pemilik lapak memotong mortir yang ditemukan,” tuturnya.

Kata Haerul, dugaan sementara hulu ledak mortir yang ditemukan merupakan milik kapal Amerika yang tenggelam pada Perang Dunia 2. “Kalau selongsong mortirnya ada penyelam-penyelam nakal yang mengambilnya, padahal hulu ledaknya ini yang berbahaya karena radius ledakannya sekira 500 meter. Kalau selongsongnya hanya pelontar mortirnya saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Haerul mengimbau warga agar langsung melapor jika menemukan barang-barang berupa mortir atau barang lain yang serupa. “Kalau menemukannya (mortir-red) jangan diotak-atik. Segera laporkan ke kami, nanti jam berapa pun kami akan datangi lokasi,” imbaunya. (Merwanda-Alwan/RBG)