CILEGON – Marfi Fahzan memastikan dirinya akan turut meramaikan pelaksanaan Pilkada Cilegon melalui jalur independen. Mantan birokrat Pemkot Cilegon ini mengaku, keputusannya mendampingi Sudarmana, pengusaha galian pasir di Kota Cilegon, sudah bulat. Dirinya meyakini akan mendapat dukungan dari tokoh dan elemen masyarakat di Kota Cilegon.

“Saya mengenal baik Pak Sudarmana sejak tahun 1982, begitu juga dengan beliau mengenal saya dari A sampai Z. Jadi ada kesamaan visi, misi dan karakter diantara kami, sehingga akhirnya memutuskan untuk berdampingan,” ujar mantan Kepala Kesbanglinmaspol Kota Cilegon ini kepada radarbanten.com saat dijumpai di pameran batu akik Cilegon Gemstone Fair 2015 yang dihelat oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kita Cilegon di Krakatau Junction, Senin (9/3/2015).

Dikatakan Marfi, niat untuk menjadikan Kota Cilegon yang lebih baik menjadi latar belakang ia dan Sudarmana untuk mengumpulkan dukungan masyarakat, agar dapat maju dalam bursa Pilkada Cilegon.
“Kami tidak khawatir dengan adanya pasangan lain dari parpol. Kita kembali ke hati nurani saja untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Dengan adanya jalur independen, kami yang dari rakyat lebih memilih untuk berkoalisi dengan rakyat, bukan dengan parpol,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon Fathullah Hasyim mengungkapkan, berdasarkan Undang-Undang tentang Pemilihan Gubernur, Bupati & Walikota, pasangan calon independen wajib menyerahkan bukti dukungan berupa foto kopi KTP sebanyak 8,5 persen dari jumlah penduduk.
“Sekarang (syarat pencalonan independen) sudah ada kenaikan jumlah dukungan. Sebelumnya 5 persen, kini dinaikkan menjadi 8,5 persen dari jumlah penduduk,” katanya.

Data yang dihimpun pihaknya dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) Kota Cilegon, saat ini jumlah penduduk itu sudah mencapai sekira 387 ribu jiwa. “Saya belum tahu pasti kapan pendaftarannya untuk jalur independen, karena saat ini jadwal tahapan pemilukada itu belum kami terima, kemungkinan awal April sudah turun,” terangnya. (Devi Krisna)