JAKARTA – PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia berhasil menyelesaikan perluasan hangar pesawat terbarunya yang dibangun sejak tahun 2013 lalu. Hanggar tersebut diklaim sebagai hanggar pesawat terbesar di dunia karena mampu menampung 16 pesawat sekaligus.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo, mengatakan peresmian hanggar untuk perbaikan dan perawatan pesawat tersebut rencananya akan dilakukan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-70 Indonesia pada 17 Agustus mendatang. “Rencananya, akan diresmikan Presiden Jokowi. Ini terbesar sedunia karena mampu tampung 16 pesawat narrow body (badan sempit-red),” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Pekan depan rencananya akan dilakukan soft launching hanggar pesawat yang terletak di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Untuk membangun hanggar tersebut, dibutuhkan investasi sebesar USD60 juta atau sekira Rp800 miliar. Sebagian dana diperoleh dari pinjaman Bank Negara Indonesia (BNI). “Hanggar biasa hanya mampu tampung sekitar enam sampai delapan pesawat,” katanya.

Meski kapasitasnya sangat besar, Arif mengaku akan memprioritaskan untuk mereparasi pesawat milik Garuda. Saat ini, Garuda mengoperasikan sebanyak 148 pesawat berbadan sempit jenis Boeing 737-800 NG, belum lagi ditambah perawatan untuk pesawat milik anak perusahaannya, Citilink. “Dengan jumlah pesawat sebanyak itu, kita masih ingin fokus merawat pesawat sendiri dulu,” terangnya.

Arif menambahkan, hanggar keempat yang akan dikelola GMF ini memiliki teknologi canggih dan menerapkan konsep green energy (ramah lingkungan). Di samping itu, konsep bangunan juga dirancang supaya hemat konsumsi listrik. Dengan begitu, biaya operasional hanggar juga lebih efisien. “Nanti operasional di hanggar akan lebih banyak menggunakan mobil listrik,” ungkapnya.

Meski hanggar baru ini sanggup menampung 16 pesawat sekaligus, GMF belum berencana mengoperasikannya secara penuh. Sampai akhir tahun nanti, GMF hanya akan mengoperasikan 70 persen dari kapasitas hanggar. Pengoperasian secara penuh baru bisa terlaksana setelah tiga tahun nanti. “GMF paling banyak melayani maskapai domestik sekitar 70 sampai 80 persen,” jelasnya. (jpnn/rbc)