SERANG – Nilai tukar petani (NTP) Banten pada April 2015 sebesar 102,79 atau turun 2,19 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan laju penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang sebesar 2,28 persen, lebih cepat daripada laju penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,09 persen.

Pada April 2015 terjadi deflasi di daerah perdesaan di Provinsi Banten sebesar 0,28 persen terutama disebabkan oleh turunnya indeks kelompok bahan makanan yang turun sebesar 1,40 persen. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Banten April 2015 sebesar 106,40 atau turun 2,81 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Pada April 2015, dari 33 provinsi di Indonesia sebanyak 15 provinsi yang NTP-nya berada di atas angka 100. NTP tertinggi dicapai oleh Provinsi Bangka Belitung dengan nilai indeks sebesar 104,70 yang diikuti oleh Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 103,58 dan Provinsi Bali sebesar 103,05. Sedangkan Nilai Tukar Petani terendah terjadi di Provinsi Bengkulu sebesar 94,32.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Syech Suhaimi, hal ini terkadi karena indeks harga yang dibayar petani terdiri dari 2 golongan yaitu konsumsi rumah tangga (KRT) dan biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM). “Melalui indeks harga yang dibayar petani dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian,” terangnya, Selasa (5/5/2015).

Pada April 2015 indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,09 persen. Hal ini terjadi karena Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami penurunan sebesar 0,28 persen atau turun dari 117,96 menjadi 117,63. Sedangkan Indeks BPPBM mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen dari 111,63 menjadi 112,24. Kenaikan ini disebabkan naiknya indeks pada seluruh kelompok pada BPPBM yaitu kelompok bibit sebesar 0,04 persen, kelompok pupuk, obat-obatan, dan pakan naik 0,11 persen, kelompok biaya sewa dan pengeluaran lain naik 0,08 persen, kelompok transportasi naik 2,71 persen, kelompok penambahan barang modal naik 0,12 persen, dan kelompok upah buruh naik 0,60 persen. (Wahyudin)