SERANG – Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Banten Teddy Rukman mengungkapkan, tahun ini nilai ujian nasional (UN) tidak lagi menjadi patokan kelulusan murid, seiring dengan adanya kebijakan pemerintah pusat. Kelulusan ditentukan oleh sekolah masing-masing. Kendati seperti itu, bukan berarti nilai UN tidak memiliki kegunaan apapun.

“Nilai UN kita suda diakui dunia, dengan standar nilai tertentu sejumlah negara menerima mahasiswa Indonesia hanya dengan menunjukkan hasil UN,” ujar Teddy kepada radarbanten.com, Senin (16/3/2015).

Di Malaysia dan Singapura, bagi siswa yang memiliki nilai UN minimal 6,5 bisa langsung masuk perguruan tingginya tanpa tes.”Sedangkan di Hongkong 8,5,” sambung Teddy.

Selain untuk meneruskan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, hasil UN bisa dijadikan tolak ukur perkembangan pendidikan atau mata pelajaran di suatu daerah. “Dengan ini pemerintah bisa memperhatikan perkembangan pendidikan,” tambahnya.

Teddy berharap agar siswa terus giat belajar dan tidak menyepelekan UN. “Jangan karena dijamin lulus, tidak mempedulikan hasil UN dan semangat belajarnya menurun,” ujarnya. (Bayu)