SERANG – Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dari Rp6.800 menjadi Rp7.300, dipastikan tidak memengaruhi tarif angkot di Kabupaten Serang.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Serang Ahyadi melalui telepon selulernya mengatakan, pihaknya tidak bisa menaikkan tarif angkot karena naik turunnya BBM terlalu cepat.” Pemerintah pusat kan mengikuti harga minyak dunia, kemarin naik kemudian turun dan sekarang naik lagi, kalau sekarang dinaikin tarif angkotnya, nanti turun lagi harga BBM-nya, kita ikut turunin lagi masyarakat akhirnya yang bingung,” ujar Ahyadi

Ahyadi menilai masih wajar kenaikan harga BBM jenis premium tersebut. “Kita tidak ada rencana menaikkan tarif angkot agar masyarkat tidak terbebani. Kalau di lapangan ada yang menaikkan tarif, itu oknum yang tidak bertanggung jawab,” sambung Ahyadi.
(Rahmatullah)

BAGIKAN