SERANG – Rapat koordinasi Pemkot Serang dan ormas-ormas Islam di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Senin (15/6/2015), menghasilkan kesepakatan bahwa warung makan tidak boleh buka pada siang hari selama bulan Ramadan.

“Hasil kesepakatan tadi salah satu poinnya meminta Pemerintah Kota Serang dan Polres untuk menertibkan pedagang makanan dan minuman, seperti restoran, rumah makan, warung makan, pedagang kaki lima, termasuk di pusat perbelanjaan,” kata Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tajudin saat membacakan hasil Kesepakatan.

Selain itu, lanjut Amas, yang didampingi Wakil Walikota Serang Sulhi, dan tokoh organisasi kemasyarakatan lainnya, meminta semua pihak terkait untuk tidak memberikan fasilitas dan perizinan penggunaan Alun-alun Timur dan Barat, Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Pusat Perbelanjaan dan atau tempat-tempat lain di Kota Serang menggelar konser musik dengan segala bentuknya.

“Meskipun izinnya musik berbau religi, namun biasanya itu pada saat awalnya saja, akan tetapi berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, kesannya sama saja. Lagu awalnya saja religi, ke sananya biasanya dangdutan, itu pernah terjadi tahun lalu,” kata Amas.

Wakil Walikota Serang Sulhi setuju tidak dipekenankannya pagelaran musik selama Ramadan. Namun, diakui Sulhi, untuk Alun-alun Barat, pihaknya agak kesulitan, karena pengelolaannya masih dilakukan oleh Pemkab Serang.

“Kami sudah membuat imbauan jelang Ramadan yang sama isinya dengan hasil pertemuan ormas-ormas Islam yang dilakukan di MUI ini agar selama bulan Ramadan kerukunan umat beragama saling tumbuh,” kata Sulhi.

Lebih lanjut, Sulhi menjelaskan, bahwa selama Ramadan Pemkot Serang akan melakukan operasi guna melakukan pengawasan di pasar-pasar, dan menutup tempat-tempat hiburan yang menodai bulan suci Ramadan. Serta mengawasi jajanan Ramadan supaya masyarakat terhindar dari makanan-makanan kadaluarsa dan mengandung pengawet. (Fauzan Dardiri)