SURABAYA – Vice President Domestic Region 3 Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara PT Garuda Indonesia Flora Izza mengatakan pariwisata domestik kian bergeliat.

Untuk mewadahi kebutuhan masyarakat yang makin gemar traveling pihaknya merilis rute baru hingga penambahan frekuensi.

“Dalam waktu dekat kami akan membuka penerbangan Denpasar-Manado. Kemudian menambah frekuensi penerbangan Surabaya-Lombok dan Surabaya-Semarang dari satu kali menjadi dua kali sehari. Kami melihat pasar untuk rute-rute tersebut bagus. Seperti Surabaya-Lombok makin diminati karena merupakan destinasi wisata,” katanya kemarin (3/4).

Selain rute-rute tersebut, pihaknya melakukan penjajakan untuk rute ke Indonesia Timur lainnya, khususnya ke Nusa Tenggara. Flora menuturkan, masih terlalu dini untuk menyebutkan rute yang sedang dijajaki tersebut.

Sementara untuk rute internasional, dari Surabaya baru dua rute, yakni Singapura dan Jeddah, Arab Saudi. Garuda Indonesia belum ada rencana untuk melakukan penambahan rute internasional.

“Selama ini mereka yang ingin terbang ke rute di luar Singapura dan Jeddah bisa melalui bandara lain, misalnya Jakarta dan Denpasar. Sejauh ini, cara itu masih bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Sebab untuk membuka rute, terutama penerbangan internasional, butuh sejumlah pertimbangan. Rute tersebut tentu harus menguntungkan, yakni pasarnya ada dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Tahun ini, pihaknya menargetkan tingkat keterisian penumpang naik dari rata-rata 70-80 persen menjadi 85 persen untuk 17 rute baik domestik maupun internasional. Dia optimistis target tersebut tercapai.

Salah satunya upayanya dengan menggelar Garuda Indonesia Travel Fair (GATF). Pada tahun ini, even tersebut akan diselenggarakan dua kali. Sebelumnya, even tersebut hanya satu kali dalam setahun.

“Sejauh ini fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak berpengaruh signifikan terhadap pembelian tiket. Bahkan dalam even ini kami optimistis bisa meraup penjualan Rp 8 miliar, naik dari realisasi GATF September 2014 lalu Rp 7 miliar. Sedangkan terkait kebijakan tarif batas bawah, kami akui tidak bisa menggelar harga promo lebih rendah dari tarif batas bawah. Mudah-mudahan kebijakan tersebut tidak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat,” paparnya. (res/tia/JPNN)
BAGIKAN