Polisi saat mengitograsi pasangan yang diarak warga sambil telanjang

TANGERANG – Pasangan yang diarak sambil telanjang di Cikupa, Kabupaten Tangerang yang terekam dalam video dan menjadi viral berstatus pacaran dan akan menikah. Keterangan tersebut diperoleh Kapolresta Tangerang AKBP M Sabilul Alif dari kedua korban.

Keterangan keduanya yang tengah telanjang juga dibantah oleh korban.

Sabilul mengatakan, korban pria datang ke kontrakan pacarnya membawa makan malam. Namun tak lama, warga datang dan memaksa keduanya mengaku berbuat mesum. ”Pacarnya yang pria datang membawa makanan, saat itu ia ke kamar mandi untuk sikat gigi dan buang air kecil, habis itu keluar langsung ditarik suruh ngaku, kalau enggak ditelanjangi. Tapi yang jelas aslinya pakai baju,” ujar Sabilul.

Dia menambahkan, saat itu kedua korban sama-sama masih mengenakan baju. Pelaku yang menggerebek lalu menarik baju pasangan tersebut. Dia pakai baju dua-duanya. Digedor orang, ditarik bajunya, dibuka oleh oknum itu. Memang posisi korban sedang di dalam kontrakan, namun posisi pintu tidak tertutup. Jadi kalau telanjang ya mana mungkin,” terangnya, Senin (13/11).

Sabilul mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim psikiater untuk mendampingi dua sejoli yang menjadi korban persekusi tersebut.

”Tim psikologi dan psikiater sudah kami siapkan untuk memberikan memulihkan kondisi kejiawaan korban,” ujarnya.

Pasca peristiwa tersebut, kata Kapolres, kondisi kejiwaan korban mengalami guncangan, karena tindakan main hakim sendiri oleh warga itu direkam oleh seseorang dengan telepon seluler kemudian beredar luas di media sosial.

”Jika tidak langsung ditangani, korban akan mengalami trauma yang mendalam,” tambah Kapolres.

Sementara Kasatreskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setyawan mengatakan, selain ditelanjangi, pasangan tersebut juga mengalami luka-luka akibat tindak kekerasan. Para pelaku sesuai pasal 170 KUHP dan atau 335 KUHP yang menyebabkan korban luka-luka sesuai dengan hasil rekaman video yang sudah viral di medsos. (gar/asp/sub)

BAGIKAN