SERANG – Pengurus Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Banten Tubagus Akhmad Ridwan mengatakan, tingginya harga hewan kurban di Kota Serang dikarenakan masih ketergantungan pasokan hewan kurban dari luar daerah.

“Suplai dari luar otomatis berdampak pada harga yang relatif lebih tinggi ketimbang dari daerah penyuplainya. Selisih harganya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta,” kata Ridwan saat dihubungi melalui sambungan telpon seluler, Kamis (10/9/2015).
Selain itu, Ridwan mengatakan, tingkat peminat hewan kurban di Kota Serang dan sekitarnya relatif tinggi karena dari segi kultur masyarakat yang religi. “Ini sebenarnya peluang bagi pemerintah dan peternak di Banten untuk memberdayakan sapi lokal. Sehingga ke depan tidak lagi tergantung dengan suplai dari luar. Hal inilah yang menjadi pengaruh kuat kenaikan harga di pasaran,” katanya.
Ridwan menjelaskan, bahwa saat ini jenis sapi yang ada di wilayah Banten berasal dari Jawa, Bali dan Sumatra. Sehingga, tinggal dinas terkait untuk melakukan kontrol peredaran sapi kurban laik atau tidak yang dibuktikan dengan kepemilikan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). “Ini penting dilakukan, agar masyarakat aman saat mengkonsumsi daging tersebut,” paparnya.
Untuk diketahui, harga hewan kurban sapi dan kerbau berkisar di Rp15 juta hingga Rp30 juta per ekor, sedangkan harga kambing dan domba berkisar Rp3 juta hingga Rp4,5 juta. (Fauzan Dardiri)