Ilustrasi

TANGERANG – Pasangan suami istri (pasutri), Muller Manullang dan Ratna Delima Siregar bisa dibilang pasangan sehidup semati. Pasutri warga Selapajang RT 04, RW 03 Kecamatan Neglasari itu tewas mengenaskan setelah ditabrak truk tronton bernopol B 9568 FYT di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanahtinggi, Kota Tangerang, Rabu (6/12) sekira pukul 05.45 WIB.

Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Metropolitan Tangerang Kota AKP Isa Anshori mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika truk yang dikemudikan Agung Setya Pramana menerobos traffic light atau lampu merah Pemkot Timur.  Sopir melaju dari Jalan Daan Mogot ke arah Cikokol.

”Setelah menerobos traffic light yang saat itu lampu menyala merah, truk menabrak korban yang sedang melintas di jalan tersebut menggunakan motor. Korban datang dari arah Pemkot Timur,” kata Isa kepada Radar Banten.

Muller dan istrinya yang mengendarai sepeda motor Honda Kharisma bernopol B 6795 CCW  seketika meregang nyawa setelah ditabrak truk tronton tanpa muatan tersebut. ”Sementara pelaku (Sopir-red) masih dimintai keterangan, termasuk saksi-saksi. Dan barang bukti berupa truk dan sepeda motor milik korban sudah diamankan,” ujar Isa.

Kondisi bagian tubuh korban mengalami luka parah. Diduga ban truk melindas bagian kepala dan tubuh Muller dan istrinya. Hal ini terlihat saat pasutri nahas itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang.

”(Tubuh korban-red) Hancur semua, Bang. Keluarganya sudah berdatangan untuk membawa jenazah ke rumah duka,” kata Liliek Kholidah, Koordinator Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang.

Suasana haru dan tangis histeris pecah saat keluarga dan kolega korban mulai berdatangan ke kamar jenazah RSUD. Mereka menangis histeris ketika mengetahui kondisi Muller dan istrinya cukup mengenaskan.

”Kami terkejut begitu mendapat informasi kecelakaan. Dan lebih kaget ketika tahu kondisinya (Tubuh korban-red) kok mengerikan sekali. Padahal, mereka (Muller dan istrinya) orang baik dan penatua di Gereja HKBP Tangerang Kota. Mereka selalu menjadi panutan bagi orang lain,” tutur salah seorang kolega korban.

Pihak keluarga dan kolega berharap agar kepolisian memberikan hukuman setimpal atas peristiwa kecelakaan yang sudah merenggut nyawa Muller dan istrinya. Muller diketahui seorang wiraswasta dengan membuka usaha tambal ban. Sedangkan istrinya adalah ibu rumah tangga. (mg-05/asp/sub/RBG)

 

 

 

 

 

BAGIKAN