SERANG – Jumlah kapal patroli yang terbatas menjadi salah satu penyebab kurang maksimalnya patroli di perairan Provinsi Banten.  Hak tersebut diungkapkan oleh Wakapolda Banten Kombes Pol Aan Suhanan.
Pasca pengungkapan kasus penyelundupan satu ton narkoba di Hotel Mandalika, kawasan wisata pantai Anyar,  Kabupaten Serang aparat keamanan menurutnya semakin meningkatkan upaya pengamanan.
“Untuk pengamanan kita punya beberapa pos,  karena kapal kita terbatas kita tidak sampai 12 mil kesana. Kita ada kegiatan patroli juga.  (Terkait Kendala) masalah kapal aja,” ujar Aan kepada awak media,  Senin (17/7).
Aan sendiri enggan menyebutkan berapa jumlah kapal yang tersedia saat ini dan jumlah ideal yang dibutuhkan agar patroli bisa dilakukan lebih maksimal.

Aan sendiri menilai sepanjang garis pantai di Provinsi Banten menjadi daerah rawan tindak kriminal karena sangat terbuka. Kurang lebih ada 30 dermaga terbuka, tanpa pengawasan di sepanjang garis pantai di Banten. “Contohnya di hotel Mandalika, disanakan tidak diawasi oleh aparat keamanan baik dari polisi, Lanal,” ujarnya.

Terkait pengungkapan kasus penyelundupan tersebut,  menurut Aan,  Polda Banten sebelumnya pun ikut melakukan pemantauan. “Malam itu juga ikut melakukan pemantau melalui alat (pemantau radar),  namun alat itu dimatikan saat masuk mengarah ke kita,” ujarnya.
Sementara itu,  Gubernur Banten Wahidin Halim mengungkapkan,  panjang garis pantai di Banten sepanjang 570 kilo meter,  hal tersebut menjadi tempat yang nyaman buat untuk para pengedar menyelundupkan barang haram tersebut.
“Kita harapkan partisipasi rakyat. Menjadi tanggung jawab bersama,  karena agak susah di kontrol,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)