SERANG – Direktur Pusat Telah dan Informasi Regional (PATTIRO) Banten Panji Bahari Noor Romadhon menilai, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengabaikan hak pengguna jalan di depan kampusnya. Lantaran trotoar yang semestinya difungsikan bagi pejalan kaki malah ditutup .

“Dalam hal ini (penutupan trotoar jalan), Untirta tidak mempunyai hak untuk menutup jalan tersebut dengan alasan apapun, karena memang tidak memiliki kewenangan,” ungkap Panji kepada radarbanten.com, Kamis (5/3/2015).

Lebih lanjut Panji menjelaskan, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, menyatakan bahwa penyelenggara layanan publik harus bertanggungjawab terhadap fasilitas pelayanan publik. Kendati pihak kampus menutup trotoar dengan alasan mengungarangi kemacetan, tetapi hal ini harusnya dikomunikasikan kepada instansi pemerintah terkait yakni Dishubkominfo. “Kalau dilihat, ditutup dan tidak pada dasarnya tidak berpengaruh pada kemacetan di depan kampus Untirta, malahan lebih membahayakan bagi pengguna jalan, lantaran pejalan harus menggunakan jalan raya sebagai pengganti trotoar yang ditutup.” Jelasnya.

Pattiro berharap, kewajiban Untirta untuk memberikan kenyamanan bagi civitas akademika tidak melanggar hak publik yang lebih besar. Untuk mengurai kemacetan, katanya, pihak Untirta harus duduk bersama dengan Dishubkominfo. (Fauzan Dardiri)