TANGERANG – Ratusan pedagang Pasar Induk Tanahtinggi, menggelar unjuk rasa di halaman parkir pasar tersebut, Senin (13/11). Mereka menolak kebijakan pengelola pasar yang dianggap memberatkan pedagang dengan memungut sebesar Rp100 per kilogram setiap barang dagangan yang masuk ke pasar tersebut.

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Tanahtinggi Luster P Siregar mengatakan, kebijakan pengelola dalam hal ini PT Selaras Griya Adigunatama yang memberlakukan aturan baru berupa pungutan Rp100 per kilogram setiap sayur mayur maupun buah-buahan yang masuk ke Pasar Tanahtinggi. ”Diperkirakan setiap harinya ada sekitar 7 juta kilogram berarti Rp 700 juta,” ungkapnya.

Selain itu, para pedagang juga memiliki delapan poin tuntutan yang saat ini masih menjadi permasalahan bagi mereka. Di antaranya pengelola pasar kerap mengintimidasi para pedagang agar menandatangani kontrak atau sewa baru untuk tahun 2021 sampai 2026.

”Sementara kontrak periode akan berakhir pada 2021. Artinya kontrak periode kedua 2021-2026, pedagang diharuskan untuk membayarnya sekarang ini atau belum pada waktunya. Seyogyanya dibicarakan nanti pada 2021,” katanya.

Menurut Luster, kebijakan tersebut memberikan keraguan bagi para pedagang jika sewaktu-waktu pengelola pergi atau pailit maupun izin perpanjangan pengelolaan pasar tidak diberikan instansi terkait. ”Lalu ke mana atau kepada siapa para pedagang meminta pertanggungjawaban uang yang sudah terlanjur disetorkan,” tegasnya.

Ditambahkan, unjuk rasa dan mogok berdagang yang diikuti hampir 90 persen pedagang itu akan digelar selama tiga hari mulai kemarin hingga besok (15/11). ”Kami sudah berkoordinasi sebelumnya kepada para pedagang agar tidak menerima kiriman barang, ini agar tidak ada barang dagangan yang membusuk,” ucapnya.

Salah seorang pedagang mengaku khawatir dengan kondisi saat ini. Ia menegaskan tidak ada kepastian yang didapatkan para pedagang. ”Kami menuntut pengelola pasar supaya profesional dan transparan, sehingga kami selaku pedagang di sini tidak selalu dirugikan,” katanya.

Sementara PT Selaras Griya Adigunatama selaku pengelola Pasar Induk Tanahtinggi belum bisa dikonfirmasi. Kantor pemasarannya pun kosong. (mg-05/dai/sub)

BAGIKAN