Pegawai Pemkab Serang Dilarang Cuti Setelah Idul Fitri

Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

SERANG – Aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Serang dilarang untuk mengajukan cuti tambahan setelah cuti bersama sesuai kalender menjelang Hari Raya Idul Fitri. Perpanjangan cuti dikhawatirkan berimbas pada pelayanan publik lantaran masa liburan untuk ASN memasuki Idul Fitri cukup panjang.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa seusai membuka acara bazar Ramadan di Kecamatan Cinangka, Selasa (14/6). Pandji dengan tegas akan menolak semua cuti tambahan yang diajukan ASN sebelum atau sesudah Hari Raya Idul Fitri. “Cuti enggak bolehlah, bagaimana pelayanan publiknya. Kalau ada yang mengajukan, enggak akan kita kasih,” tegasnya.

Jika ASN bolos pada waktunya masuk kerja, diingatkan Pandji bahwa ASN akan menerima risiko menerima sanksi tegas. “Alasan apa pun, cuti enggak boleh,” tandasnya.

Disinggung soal kendaraan dinas (randis) untuk digunakan mudik, Pandji menunggu kebijakan Bupati. Namun, secara pribadi Pandji akan memberikan peluang boleh dipergunakan sepanjang dipakai mudik keluarga dengan jangkauan jarak tidak terlalu jauh. “Kalau tidak terlalu jauh seperti ke Pandeglang, Rangkas, atau Jakarta kita akan izinkan. Tapi, kita lihat nanti. Apabila pusat melarang, ya kita harus patuh terhadap kebijakan pusat,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengisyaratkan kendaraan dinas boleh digunakan para pejabat untuk mudik Lebaran. Namun, penggunaan kendaraan pelat merah itu dimungkinkan tidak berlaku untuk luar daerah, tetapi hanya pemudik di sekitar wilayah Banten. Mengacu kebijakan bupati sebelumnya yang dijabat A Taufik Nuriman yang memperbolehkan, dimungkinkan Tatu akan mengikuti pola lama selama tidak melanggar aturan. “Nanti coba saya akan diskusikan dulu karena bisa jadi nanti pemerintah pusat mengeluarkan edaran terkait aturan kendaraan dinas untuk mudik ini,” tuturnya. (Nizar/Radar Banten)

BAGIKAN