Pekan Depan, Tersangka Suap Cilegon Diadili

SERANG – Tiga tersangka dugaan suap pengurusan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) Mall Transmart, Kota Cilegon menjalani sidang perdana Kamis (14/12) mendatang. Persidangan tersebut menyusul dilimpahkannya berkas perkara dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (5/12) lalu.

Ketiga tersangka itu yakni Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Tubagus Dony Sugihmukti, Manager Legal PT KIEC Eka Wandoro Dahlan, dan Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto Utomo. “Susunan majelis hakim sudah. Hakim karier, Pak Efiyanto, Ibu Emi. Hakim adhoc Ibu Nova dan Pak Paris Nadeak,” kata Panmud Tipikor Serang Nur Fuad, Rabu (14/12).

Dikatakan Nur Fuad, kendati berkas perkara ketiga tersangka dipisah, majelis hakim menetapkan sidang pembacaan dakwaan dilaksanakan pada Kamis (14/12) depan. “Semua tanggal 14. Kan hakimnya sama. Bedanya, hanya hakim adhoc. Pak Paris (memimpin sidang) dua perkara, bu Nova (satu perkara-red),” ungkap Nur Fuad.

Diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (22/9) lalu, di Kantor Bank BJB Cabang Cilegon. KPK mengamankan CEO Cilegon United Footbal Club Yudhi Apriyanto beserta uang tunai Rp 800 juta.

KPK kemudian menuju Cilegon United Football Club. KPK mengamankan uang sebesar Rp 352 juta yang diduga sisa dana pemberian PT KIEC pada Rabu (19/9), kepada Cilegon United Football Club sebesar Rp 700 juta. Total uang suap yang diterima Rp 1,5 miliar.

Lalu, KPK mengamankan Bayu Dwinanto Utomo di Tol Cilegon Barat. Bayu langsung dibawa ke kantor KPK di Jakarta. Setelah itu, Eka Wandoro Dahlan turut diamankan di daerah Kebondalem, Kota Cilegon. Selanjutnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira diamankan di kantornya.

Sementara, Walikota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi mendatangi kantor KPK sekira pukul 23.30 WIB. Iman Ariyadi langsung menjalani pemeriksaan. Sabtu (23/9), sekira pukul 14.00 WIB, Hendry selaku perantara penerima uang mendatangi KPK dan dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya, KPK menetapkan Tubagus Dony Sugihmukti, Eka Wandoro Dahlan, Bayu Dwinanto Utomo, Tubagus Iman Ariyadi, Ahmad Dita Prawira, dan Hendry sebagai tersangka.

Tubagus Iman Ariyadi, Ahmad Dita Prawira, dan Hendry dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Sementara, Bayu Dwinanto Utomo, Tubagus Donny Sugihmukti dan Eka Wandoro dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 undang-undang yang sama. (Merwanda/RBG)

BAGIKAN