SERANG – Siapa sangka Andrew Sihombing adalah penderita tuna rungu? Pria asal Tangerang Selatan ini, merupakan tuna rungu pertama di Indonesia yang menjadi pelatih futsal.

Ditemui pada kegiatan peringatan Hari Tuli Internasional di alun-alun timur Serang, Andrew mengaku pretasi terbaiknya sebagai pelatih adalah membawa Banten menjadi juara tiga liga futsal bagi tuna rungu se Indonesia. “Yang lainnya bisa mendengar meskipun yang melatih tuli,” kata Andrew dengan bahasa Isyarat yang diterjemahkan oleh Rully.

Andrew mendapatkan pengetahuan futsal dari pengalamannya saat kuliah jurusan Sistem Informasi di Universitas Bina Nusantara. “Saat itu saya baru pertama kali melatih, saya tidak sangka langsung menang,” katanya. Saat ini, selain melatih futsal tim tuna rungu Banten, Andrew juga mengajar bahasa isyarat Indonesia di Universitas Indonesia, Sampurna University dan les privat.

Dalam kesempatan itu, Andrew pun bercerita soal fasilitas dan sistem pelayanan pendidikan di Indonesia yang kurang baik khususnya bagi para penderita tuna rungu. “Banyak yang kurang seperti aksesibilitas seperti tulisan dan email,” katanya.

Hal tersebut dia alami saat menempuh S1. “Pertama kali saya bingung, kami yang mengikuti ospek tidak mengerti apa yang disampaikan karena tidak ada penerjemah. Saya selalu ketinggalan informasi di dalam kelas, mulai semester satu hingga empat. Untungnya saya punya teman yang kakaknya tuli. Dia ngerti gimana rasanya dan saya banyak ditolong olehnya,”papar Andrew.

Andrew berharap pemerintah memperhatikan hal tersebut termasuk kompetensi para pengajarnya. Agar mata pelajar bisa sampai kepada pelajar penyandang tuna rungu tepat sasaran. (Bayu)