Pemkab Serang Bangun Pabrik Pengolahan Jagung

0
738
PROYEK PABRIK JAGUNG: Proyek pembangunan pabrik pengolahan jagung oleh Pemkab melalui PT SBM realisasinya baru 45 persen di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Rabu (15/2). Pabrik ditargetkan selesai bulan ini dan mulai berproduksi pada Maret.

SERANG – Untuk meningkatkan gairah petani jagung pipilan, Pemkab Serang melalui badan usaha milik daerah (BUMD) PT Serang Berkah Mandiri (SBM) membangun pabrik pengolahan produk jagung hibrida di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas. Pembangunan sudah mencapai 45 persen dan direncanakan mulai berproduksi pada Maret.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (DPKPP) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana membenarkan, pihaknya melalui BUMD PT SBM selaku investor sedang membangun fasilitas di bidang pertanian tanaman jagung. “Dananya dari anak perusahaan PT SBM, yaitu PT Agro Serang Berkah (ASB). Pabrik dibangun di Desa Penggalang, Ciruas. Realisasi fisiknya sudah 45 persen,” ungkap pria bertubuh jangkung tersebut melalui sambungan telepon seluler, Rabu (15/2).

Katanya, pembangunan sudah berlangsung sejak Desember dan direncanakan mulai berproduksi pada Maret mendatang. Sementara, pabrik bisa mengolah hingga 70 ton dalam satu hari. Dengan cara memfasilitasi pemasaran produksi jagung pipilan, bisa meningkatkan gairah petani untuk beralih pada produksi pertanian jagung pipilan kering. “Petani produksi tongkol basah. Nah, pabrik pakan terima dalam pipilan kering,” terangnya.

Untuk mencapai standar pabrik, kata Zaldi, petani perlu dukungan teknologi dan semua itu sudah dipenuhi oleh PD ASB yang membeli tongkol dari petani dengan harga baik. Dampaknya, petani bakal bergairah untuk menanam jagung hibrida. “Ke depannya, petani bisa memanfaatkan peluang kebutuhan sembilan pabrik pakan serta dapat memanfaatkan lahan kering atau sub-optimal di kita,” jelasnya. “Target lahan untuk pertanian jagung keseluruhan tahun ini sekitar 6.850 hektare,” tambahnya.

Terkait itu, Kepala DPKPP Kabupaten Serang Dadang Hermawan menyarankan kepada petani padi yang sawahnya terkena puso akibat banjir untuk sementara beralih ke bertani jagung. Soalnya, lahan belum bisa ditanami karena tertimbun pasir. “Kita sarankan mereka menanam jagung, kita punya program 10 ribu hektare tanaman jagung tahun ini,” terangnya.

Apalagi, kata Dadang, jaminan pasar untuk tanaman jagung sekarang sudah tersedia. “Sudah ada PD ASB untuk pemesanan jagung,” katanya. Tahun ini, lanjutnya, pihaknya mempunyai dua program upaya khusus (upsus), yakni upsus padi, jagung, dan kedelai serta upsus sapi induk wajib bunting, yang kini sudah banyak permintaan dari konsumen. “Permintaan dari Jakarta saja sampai 10 ribu ekor,” pungkasnya. (Nizar S/Radar Banten)