SERANG – Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengatakan, kebijakan Pemkot tahun lalu masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Di lain pihak masih terdapat permasalahan pembangunan dan tantangan pembangunan Kota Serang pada masa akan datang,” ungkap Jaman saat membacakan Nota Pengantar LKPj Tahun 2014 di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Serang, Senin (30/3/2015).

Dikatakan Jaman, beberapa permasalahan pembangunan yang sampai saat ini masih menjadi perhatian utamakhususnya adalah bidang infrastruktur dasar, seperti penataan dan pengelolaan tata ruang kota, kemacetan lalu lintas, penanganan banjir, penataan kawasan kumuh, maupun infastruktur pendidikan dan kesehatan.

“Dalam upaya pemecahan permasalahan tersebut di atas sudah barang tentu memerlukan anggaran cukup besar. Untuk itu besar harapan adanya dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Banten,” katanya.

Kendati demikian, Jaman menjelaskan Pemkot Serang tetap menjalankan amanat untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah melalui program kegiatan pembangunan yang konsens dan berkelanjutan dengan melakukan percepatan dalam rangka pencapaian kinerja yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kota Serang Tahun 2014-2018.

Diketahui, Walikota Serang mengungkapkan pada Tahun 2014, Pendapatan Daerah Kota Serang sebesar Rp1.023.047.120.447 dengan realisasi Rp1.024.512.302.967 atau tercapai 100,14 persen. Sedangkan secara garis besar Belanja Daerah Rp1.086.880.264.529 dengan realisasi sebesar Rp949.970.142.088. (Fauzan Dardiri)

BAGIKAN