Persaingan global sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa terelakan lagi, mau tidak mau bahkan siap tidak siap semua pihak harus siap masuk ke dalamnya. Ini tak lain karena masuknya Negara kita ke dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), secara otomatis maka Banten pun masuk menjadi bagian dari MEA tersebut.

Dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean, geliat perekonomian akan bergerak begitu cepat namun dalam satu sisi juga ketat, karena masyarakat tidak hanya bersaing dengan sesama namun juga dengan seluruh masyarakat dari negara-negara yang menjadi bagian dari MEA tersebut.

Gubernur Banten, Rano Karno meyakini masyarakat Banten mampu bersaing menghadapi “pasar bebas” tersebut. Terlebih, Banten memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mumpuni. “Jika dikaitkan dengan MEA, Banten memiliki sumber daya yang cukup melimpah jika siswa-siswa SMK digarap dengan serius,” ujar Gubernur.

Oleh karena itu, lanjut Rano, pihak sekolah harus mampu mengarahkan siswa-siswa nya dengan membuat program-program terobosan yang jelas dan terarah sehingga menciptakan lulusan yang memiliki daya saing. Sehingga, saat lulus dari sekolahnya, para siswa ini mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Terlebih, Rano meyakini dengan bergulirnya teaching factory, siswa lulusan SMK telah siap untuk masuk ke dunia kerja.

“Maka perlu ada terobosan-terobosan yang jelas dan terarah agar ketika mereka lulus dari sekolahnya, mereka sudah siap untuk bekerja di sektor-sektor industri yang sesuai dengan kapasitasnya,” tegasnya.

Dinas Pendidikan Provinsi BantenGubernur Rano pun berharap agar SMK dapat merespon industri kreatif dan pariwisata yang saat ini sedang digalakan di Provinsi Banten. Rano Karno mengungkapkan bahwa industri pariwisata serta budaya tengah digalakan di Provinsi Banten, salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung lesung yang dicanangkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di tahun 2015 lalu.

“Salah satu kawasan ekonomi khusus yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo ada di Tanjung Lesung Banten. Sudah saatnya SMK meluaskan lokasinya dengan memperbanyak kejuruan pariwisata atau kesenian,” ujarnya.

Oleh karena itu lembaga pendidikan yang memiliki tugas meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama SMK, agar merespon industri kreatif tersebut. “Sehingga yang menjadi pekerja di Tanjung Lesung adalah orang-orang di sekitar kawasan tersebut,” tegasnya.

Industri kreatif pun menurut orang nomor satu di Banten tersebut akan menjadi aspek yang sangat menjanjikan pada MEA. Selain itu, juga akan menjadi objek saing yang direbutkan oleh berbagai pihak dari berbagai negara.

“Negara lain sudah fokus terhadap industri-industri kreatif dan pariwisata, dengan adanya MEA tidak mustahil jika para pegiat industri dari negara-negara tetangga merangsek masuk ke Banten untuk melebarkan sayap usahanya tersebut,” paparnya.

Dinas Pendidikan Provinsi BantenSementara itu, Kepala Dindik Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, tahun 2016 ini, Dinas Pendidikan Provinsi Banten melalui Seksi Bina SMK pada Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi memiliki sejumlah program unggulan untuk peningkatan kualitas SMK. Program tersebut yaitu, peningkatan mutu dan perluasan akses.

Pada program peningkatan mutu, dirancang program penyediaan fasilitas sarana peralatan praktik SMK, job matching, serta lomba kompetensi siswa (LKS) SMK. Dengan serangkaian program tersebut diharapkan main goal dari adanya lembaga pendidikan SMK yaitu lahirnya lulusan yang berkualitas bisa benar-benar terwujud.

Engkos lanjut menjelaskan, penyediaan sarana peralatan praktik siswa SMK meliputi, kelistrikan, teknik mesin, tata boga, otomasi industri, dan otomotif. “Program ini ditujukan untuk menyediakan sarana alat praktek SMK yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan program keahlian di sekolah, diprioritaskan bagi SMK Negeri. Tujuannya agar membantu SMK di Provinsi Banten yang bermutu dan mampu menciptakan lulusan yang memiliki daya saing yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri,” ujar Engkos.

Pemerintah sangat menyadari saat ini, lulusan yang berkualitas dengan memiliki kompetensi di berbagai bidang sudah menjadi suatu keharusan agar lulusan tersebut mempunyai daya saing di masyarakat, baik masyarakat sosial maupun masyarakat ekonomi.

Terlebih dengan akan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana seluruh negara di Asia bisa memiliki keleluasan untuk berkiprah atau berkarir di negara lain selain negara kelahiran. Artinya, mempunyai daya saing sangat diperlukan oleh para lulusan mengingat saingan yang berasal dari luar negeri diprediksi memiliki kompetensi yang bagus di segala sektor perekonomian.

Sebagai pemerintah, Dinas Pendidikan sudah barang tentu mempunyai tanggung jawab untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing tersebut. Karena itu, melalui lembagai pendidikan dan dengan serangkaian program peningkatan mutunya Dinas Pendidikan berusaha mewujudkan hal tersebut.

Sementara itu, pada perluasan akses disiapkan bantuan beasiswa miskin bagi 3.800 siswa SMK se-Banten, bantuan beasiswa miskin untuk melanjutkan ke SMK, serta pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMK. Dengan program ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat dan mewujudkan keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Program beasiswa siswa SMK ditujukan untuk siswa SMK yang berasal dari keluarga tidak mampu dan memiliki prestasi baik prestasi akademik maupun non-akademik. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan akses pendidikan menengah kejuruan dan mengurangi angka putus sekolah karena faktor ekonomi,” paparnya. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)

BAGIKAN