SERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Kurdi Matin mengatakan, penataan kawasan Banten Lama yang berada di Kota Serang harus dilakukan secara tematik berupa sinergi antara Pemprov Banten dan Pemkot Serang. Hal ini dikatakan Kurdi saat melakukan kunjungan ke Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS), Rabu (27/5/2015).
“Tentu berkaitan dengan pembangunan penataan Banten Lama, kami terus menjalankan komunikasi dengan Pemkot Serang, sekalian kami juga merancang RKPD (rencana kerja pemerintah daerah-red) tematiknya seperti apa tentang Banten Lama ini. Kami kan menerima masukan dari Pemkot Serang. Setelah itu, kami baru bisa menentukan pagu anggaran dan berbicara teknis secara bersama-sama. Kan saat Musrenbang itu banyak usulan, ya kita pilah dulu, yang tidak bisa dilakukan Pemkot Serang, maka kami masuk. Kalaupun ada konsep yang agak terlambat datangnya, kami tanya konsepnya seperti apa. Baru kami pertimbangkan detail programnya untuk mengukur anggaran,” kata Kurdi.

Dikatakan, untuk menata Banten Lama tidak dapat dilakukan secara parsial, karena terdapat beberapa kewenangan yakni Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota dan pihak kenadziran. “Selain itu harus sepaham dulu apakah itu program prioritas apa bukan. Jangan sampai menurut Pemkot prioritas, tapi menurut Pemprov tidak. Bila keluhannya anggaran kan kita bisa saling bersubsidi,” katanya.
Lebih lanjut kurdi menjelaskan, bila melihat eksisting yang saat ini terlihat, tentu pihak pemerintah dan kenadziran memiliki perannya masing-masing. Untuk kawasan yang berada dari pagar hingga ke dalam Masjid Agung, menjadi kewenangan kenadziran dan pemerintah di luar itu.
Diketahui Pemerintah Kota Serang menargetkan pada tahun 2016 mendatang, penataan kawasan Banten Lama sudah mulai dilakukan pembangunan fisik. Saat ini, Pemkot sedang merancang konsep terbaru yang akan diterapkan terhadap kawasan wisata Banten Lama. Rencananya Pemkot akan membagi empat Zona penataan Banten Lama, ke empat Zona yang dimaksudkan yakni Zona 1 pembangunannya meliputi Kawasan Masjid Agung, Benteng Surosowan, dan Tasikardi. Zona 2 mencakup Kasunyatan dan Kaibon. Sedangkan Benteng Speelwijk, Vihara Avalokitesvera, dan Pelabuhan karangantu termasuk dalam zona 3. Sementara zona 4 meliputi penataan wisata Pulau Burung dan Kawasan Sawah Luhur. (Fauzan Dardiri)
BAGIKAN