SERANG – Pencarian Ateng (45), korban yang terseret arus saat Festival Bedolan Pamarayan, Kamis (12/10) kemarin masih nihil.

Pencaian korban dibagi tiga tim dengan tiga ring mulai dari Pamarayan, Kragilan hingga Tirtayasa.

Petugas BPBD Kabupaten Serang Rifai mengatakan, sampai saat ini korban belum ditemukan. Adapun kabar ditemukan mayat tanpa identitas, adalah hoax.

“Kami tidak menekukan mayat, hanya bentuk poto saja. Sampai saat ini belum terhubung penyebar poto tersebut,” katanya saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Jumat (13/10).

Operator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Serang Moh Akbar Budiman mengatakan serupa, pencarian Ateng masih nihil. Tambah dia, Ring 3 dan BSDA pun belum menemukan korban.

Adapun desas-desus yang beredar penemuan mayat tanpa identitas, pihaknya menyatakan bahwa informasi tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Sampai dengan saat ini penyebar foto tersebut tidak diketahui dari mana asal usulnya,” ungkapnya, Jumat (13/10).

Danramil Cikeusal Kapten Inf Kasto mengatakan, sampai saat ini, pihaknya belum menemukan Ateng, korban tenggelam saat mencari ikan di Bendungan Pamarayan, Kabupaten Serang.

Sempat diberitakan, dua warga hanyut saat mengikuti Festival Bedolan Pamarayan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, sekira 10:30 WIB, Kamis (12/10).

Dua korban itu, yakni Jupri (30) dan Ateng (45), dari Kampung Baru RT 06 RW 07,  Desa Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang hanyut pada acara Festival Bedolan Pamarayan, yang dihelat Pemerintah Kabupaten Serang. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).