Pencarian Korban yang Hanyut saat Bedol Pamarayan Dilanjutkan

SERANG – Nekat mencari ikan menggunakan rakitan bambu ke tengah bendungan Pamarayan, dua warga langsung terseret arus air beberapa saat setelah Festival Bedolan Pamarayan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, dibuka Kamis (12/10).

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma. Kata dia, sejak awal tim keamanan sudah mewanti-wanti agar tidak mendekat bahkan ke tengah aliran air bendungan. Sayang, dua warga bernama Jupri (30) dan Ateng (45) tetap nekat. Hingga kini, Ateng belum ditemukan.

“BPBD akan terus mencari satu korban. Tim kami itu tidak pernah berhenti sebelum dinyatakan hilang,” kata Nana saat dikonfirmasi, Jumat (13/10).

Meski kemarin, Kamis (12/10) sempat terhenti, kata Nana, tim gabungan dari BPBD, Basarnas dan relawan, mulai hari ini akan terus berupaya melakukan pencarian korban yang terseret arus.

Ia mengatakan, korban terseret arus pada Festival Bedolan Pamarayan yang dihelat Pemkab itu akibat warga tidak mau mendengar ucapan tim keamanan.

“Udah tahu arus gede, malah ke tengah,” ujarnya.

BPBD sendiri sudah bersiaga sebelum acara bedolan. Bahkan mereka sudah memasang tenda dan peralatan keamanan.

Seperti diberitakan, dua warga hanyut saat mengikuti Festival Bedolan Pamarayan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, sekira 10.30 WIB, Kamis (12/10).

Dua korban itu, yakni Jupri (30) dan Ateng (45), dari Kampung Baru RT 06 RW 07, Desa Baru, Kecamatan Pamarayan. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)