Pendaftar Pegawai RSUD Kota Serang Membludak

Bidan Paling Diminati

Beberapa pelamar pegawai non aparatur sipil negara (ASN) RSUD Kota Serang daftar online di loket pendaftaran yang berada di samping kantor BKPSDM Kota Serang, Rabu (6/12).

SERANG – Sejak dibuka pada Senin (4/12) hingga tadi malam pukul 19.00 WIB, pendaftar pegawai non ASN untuk RSUD Kota Serang membludak. Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang per pukul 19.00 WIB tadi malam, ada lima ribu masyarakat yang mendaftar untuk melamar menjadi pegawai RSUD Kota Serang.

Dari lima ribu orang itu, dua ribu di antaranya memasukkan biodata. Sedangkan yang mengunggah data sebanyak 1.881 orang. Padahal, kuota yang dibutuhkan hanya 130 orang.

Dari 14 jabatan yang dibuka, jabatan yang paling diminati yakni bidan dengan kualifikasi D-3 kebidanan. Bahkan, Kepala BKPSDM Kota Serang Yoyo Wicahyono harus membatasi pendaftar untuk jabatan bidan D-3 itu. “Ada 757 orang yang mendaftar untuk mengisi 14 jabatan bidan D-3. Karena sudah terlalu banyak maka kami tutup sejak Selasa (5/12-red),” ujar Yoyo kepada Radar Banten, Rabu (6/12). Pendaftaran pegawai non ASN untuk RSUD itu ditutup tadi malam pukul 24.00 WIB.

Kata dia, seluruh jabatan yang dibuka semuanya ada yang mendaftar, termasuk dokter spesialis. Sebagai tahap awal, sudah ada empat jabatan dokter spesialis yang mendaftar yakni penyakit dalam, obgin, bedah, dan anak.

Ia mengatakan, peserta harus dibatasi lantaran anggaran yang disediakan Pemkot Serang untuk computer assisted test (CAT) hanya untuk dua ribu peserta. “Penerimaan pegawai non ASN ini tidak memungut biaya, makanya dibebankan ke APBD,” terang Yoyo.

Selama proses pendaftaran, pihaknya membuka loket bantuan pendaftaran karena ada masyarakat yang belum memahami pendaftaran secara online. Sementara verifikasi administrasi akan dilakukan di tempat yang tidak diketahui masyarakat. Apabila peserta dinyatakan lulus verifikasi administrasi mereka akan dikirimi nomor tes melalui pesan elektronik atau email. Yoyo berharap proses ini dapat selesai sesuai jadwal yakni akhir Desember nanti. Setelah itu, para peserta yang diterima akan mengikuti magang selama satu bulan.

Saat ini jabatan struktural untuk RSUD juga sedang dipersiapkan. Draf peraturan walikota (perwal) akan diajukan ke Walikota Serang untuk ditandatangani. “Setelahnya akan dilakukan pengisian,” terangnya. Sama harapannya dengan tenaga kesehatan, struktural ini dapat siap secepatnya.

Sekretaris BKPSDM Kota Serang Farach Richi menambahkan, pendaftar tidak hanya berasal dari Kota Serang dan Banten, tetapi seluruh wilayah Indonesia. Meski demikian, Kota Serang masih mendominasi.

Dari ribuan pelamar itu, perempuan memang mendominasi. Jumlahnya mencapai 60 persen. Sedangkan, kualifikasi pendidikan paling banyak yang mendaftar adalah D-3 kebidanan. “Seperti diketahui, di sini banyak akademi kebidanan jadi banyak pelamarnya,” ujar Farach.

Kata dia, sejak dibuka pada Senin (4/12) hingga kemarin, jumlah pendaftar paling banyak di hari pertama. Di hari ketiga, jumlah pendaftar mengalami penurunan. Meskipun begitu, 14 jabatan yang dibuka tetap ada pelamarnya. Meskipun belum semua jabatan dokter spesialis ada pendaftarnya, tetapi untuk pelayanan dasar sudah terpenuhi.

Sementara itu, Shela, salah satu pendaftar pegawai non ASN RSUD Kota Serang mengaku melamar untuk jabatan manajemen dan umum. Selama ini, ia menjadi tenaga sukarela di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang sejak 2015. “Saya ingin mencoba mendaftar, siapa tahu rezekinya. Karena selama ini saya tinggal di Serang, kerjanya di Pandeglang,” tuturnya. Ia berharap sistem kerja di RSUD tidak outsourcing sehingga meskipun bukan ASN tapi ia bisa terus bekerja. (Rostinah/RBG)

BAGIKAN