Pendamping Desa Bantu Pengrajin di Kecamatan Cilograng dan Bayah

Nina Kurniawati

LEBAK – Pendamping Kawasan Perdesaan pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nina Kurniawati mengatakan kalau kedatangan dirinya menjadi pendamping kawasan perdesaan di Kabupaten Lebak sejak bulan April 2017. Menurut Nina, jauh hari sebelum dirinya datang, Kabupaten Lebak telah mengusulkan Kecamatan Bayah dan Cilograng menjadi sentra komoditas pisang.

“Kedua Kecamatan itu sudah ditetapkan sebagai lokasi sentra pisang. Tinggal warganya perlu pendampingan agar hasil produksi lebih variatif, inovatif, dan kreatif dalam membangun desa,” kata Nina saat dihubungi Radar Banten Online, Jumat (13/10).

Lanjut Nina, kedatangannya disambut dengan baik oleh Kabupaten Lebak. Diberikan kesempatan seluas-luasnya mendorong Kecamatan Bayah dan Cilograng menjadi sentra komoditas pisang jenis apa saja untuk lebih baik produknya.

“Alhamdulillah saya diberikan kepercayaan untuk mengembangkan hasil olahan pisang dari biasanya, pisang tersebut hanya digoreng, sekarang perajin mengembangkan produknya jadi kerupuk pisang yang sudah dipamerkan kemarin pada acara pameran koperasi,” ujarnya.

Kedua Kecamatan tersebut, lanjutnya, memang mempunyai potensi komoditas pisang yang melimpah dan sudah diolah menjadi olahan sale pisang. Tinggal bagaimana meningkatkan pemasarannya serta cita rasa yang lebih unggul dari Jawa Barat yang saat ini terkenal sale pisangnya.

“Saya ingat betul salah satu kepala desa mengatakan bahwa daerahnya berpotensi sebagai sentra pisang. Kata Beliau semoga olahan pisang yang ada dapat menjadi peningkatan penjualannya dan bisa berkembang dalam pengolahannya. Semoga itu semua dapat terwujud terhadap desa kami. Sungguh kata-kata itu, yang menjadi pemicu saya untuk membantu pengrajin pisang di dua Kecamatan tersebut, walaupun beratnya kondisi di lapangan, baik itu akses jalan yang cukup jauh. Namun itu semua terbayar setelah melihat indahnya pantai selatan, khususnya Sawarna,” paparnya.

Nina menambahkan, pertemuan kawasan pun bergantian di desa-desa yang tergabung dalam kawasan sentra pisang untuk saling bertukar pikiran dan ilmu pengetahuan dalam mewujudkan sentra komoditas pisang dan hasil olahan yang lebih unggul. (Omat/twokhe@gmail.com)