JAKARTA – Pengacara Susi Tur Andayani bukan hanya membantu
pemberian suap untuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Ia
juga yang menjadi pelobi bagi transaksi Akil dan kubu pasangan calon bupati dan
wakil bupati Lebak Amir Hamzah-Kasmin.

Dalam pemeriksaan calon Wakil Bupati Lebak yang kalah,
Kasmin, terungkap bahwa Susi juga meminta uang kepada Kasmin untuk Akil.

Hal ini diketahui ketika Jaksa KPK memutar hasil penyadapan
rekaman telepon antara Susi dengan Kasmin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
(Tipikor), Jakarta, Senin (17/3/2014). Dalam rekaman itu, Susi meminta Kasmin
menambah dana Rp 1 miliar untuk Akil Mochtar.

Dalam rekaman, terungkap Susi sudah dijanjikan Tubagus Chaeri
Warhdana alias Wawan sebesar Rp 1 miliar untuk Akil Mochtar. Namun Susi meminta
agar jumlah ini bisa ditambah oleh Kasmin maupun Amir Hamzah. “Sudah
ketemu Pak Wawan, tapi itu masih kurang, kiloan masih kurang (1 miliar),”
tutur Susi dalam percakapan itu.

Ia lalu meminta Amir dan Kasmin membicarakan pemberian dana
itu karena Amir sudah berdebat panjang lebar dengan Wawan. Menurut Susi,
awalnya Amir juga tidak mau memberikan uang Rp 1 miliar itu. “Satu juga
tadinya enggak mau kasih. Terus saya debatin lah, enggak bisa gitu dong pak.
Besok saya serahin ke Bu Susi jam 2,” kata Susi lagi pada Kasmin menirukan
perdebatannya dengan Amir.

Susi meminta setidaknya Amir maupun Kasmin menambah Rp 500
juta atau Rp 300 juta untuk Akil. Sisa uang pelicin akan ditagih Akil setelah
pemutusan menang gugatan untuk kubu Amir dan Kasmin.

Dalam percakapan itu, Kasmin tidak terdengar menyetujui
pembicaraan Susi, tapi ia hanya memastikan jika diberikan uang pada Akil,
kubunya dipastikan menang.

“Tapi enggak berubah, tetap dikabulkan?” tanya
Kasmin. “Ini saya masih SMS-an. Ada koordinasi enggak dengan Amir?”
jawab Susi dalam percakapan itu.

Kasmin pun menjawab ia belum berkomunikasi apapun dengan
Amir Hamzah terkait dana untuk Akil itu. Belum sempat Kasmin memberikan
kepastian, Susi sudah mengingatkannya agar uang untuk Akil harus lebih dari Rp
1 miliar.

“Kalau ada dana, bawa aja, ditambahin. Kalau bisa jangan
satu kilo,” kata Susi. Namun, tetap tak digubris oleh Kasmin. “Enggak
ada,” tegas Kasmin.

Kasmin dalam kesaksiannya menyebut memang tidak punya modal
banyak untuk maju sebagai calon wakil bupati Lebak, ditambah karena tak
mendapat izin dari keluarganya.

Ia baru maju bersama Amir setelah dijanjikan oleh Wawan akan
dibantu untuk modal pilkada. Dalam kesaksiannya, Kasmin mengaku tidak banyak
tahu proses yang berjalan dalam gugatan Pilkada Lebak di MK. Ia lebih banyak
mendengar laporan dari Amir Hamzah yang mengikuti perkembangan gugatan itu. (JPNN)